Daluwarsa Penuntutan bagi Perbuatan Pidana di Masa Kecil

Bacaan 4 Menit
Daluwarsa Penuntutan bagi Perbuatan Pidana di Masa Kecil
Pertanyaan
Misalnya seseorang kini sudah dewasa sekitar umur 22 tahun. Dulunya ia pernah melakukan tindak pidana saat masih berumur 10 tahun, tetapi belum dilaporkan saat itu. Apakah orang itu bisa dilaporkan lagi saat ini, saat ia sudah berumur dewasa sebagaimana yang telah saya terangkan tadi? Dan bagaimana dasar hukumnya serta teorinya atas kasus ilustrasi yang saya paparkan itu?
Intisari Jawaban
Untuk delik aduan, pengaduan hanya boleh diajukan dalam waktu enam bulan sejak orang yang berhak mengadu mengetahui adanya kejahatan, jika bertempat tinggal di Indonesia. Atau dalam waktu sembilan bulan jika bertempat tinggal di luar Indonesia.
 
Sedangkan kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa dalam hal:
  1. mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan percetakan, sesudah satu tahun;
  2. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun;
  3. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah 12 tahun;
  4. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, sesudah 18 tahun. 
 
Khusus terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh anak, maka disyaratkan bahwa, bagi orang yang pada saat melakukan perbuatan umurnya belum 18 tahun, masing-masing tenggang daluwarsa di atas dikurangi menjadi sepertiga.
 
Terhadap perbuatan yang dilakukan sekitar 12 tahun lalu, seorang anak berusia 10 tahun yang kini telah dewasa tak lagi dapat dituntut.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.