Perpanjangan PKPU Sementara Imbas Wabah COVID-19

Bacaan 8 Menit
Perpanjangan PKPU Sementara Imbas Wabah COVID-19
Pertanyaan
Bulan Juni ini sebuah perusahaan berjanji akan membayar utang kepada seluruh kreditur dengan skema tertentu. Namun, di bulan April ternyata sudah diajukan PKPU. Yang jadi pertanyaan, proses PKPU selama 45 hari dirasakan kurang akibat COVID-19, sehingga debitur mengajukan perpanjangan 90 hari. Artinya melewati jatuh tempo restrukturisasi di bulan Juni nanti. Lantas apa dengan kasus begini, perusahaan masih tetap berstatus membayar utang Juni nanti atau terbebas dari janjinya karena diperpanjang 90 hari?
Intisari Jawaban
Dalam penundaan kewajiban pembayaran utang (“PKPU”) dikenal istilah PKPU sementara yang berlangsung selama 45 hari, serta PKPU tetap yang berikut perpanjangannya tidak boleh melebihi 270 hari setelah putusan PKPU sementara diucapkan.
 
Dalam PKPU diajukan rencana perdamaian oleh debitur. Rencana perdamaian tersebut dibuat secara terperinci dan terbuka agar meyakinkan kreditur bahwa debitur dapat dianggap sunguh-sungguh menyelesaikan utang-utangnya. Rencana ini dapat menjadi acuan kreditur untuk menentukan posisi utang debitur.
 
Terkait COVID-19, Mahkamah Agung telah menerbitkan surat edaran yang memberikan kewenangan kepada hakim untuk menunda pemeriksaan terhadap perkara-perkara yang dibatasi jangka waktu pemeriksaannya.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.