Jam Kerja Ditambah Saat WFH Tanpa Upah Lembur, Bolehkah?

Bacaan 7 Menit
Jam Kerja Ditambah Saat WFH Tanpa Upah Lembur, Bolehkah?
Pertanyaan
Istri saya adalah seorang tax staff di salah satu penyedia infrastruktur telekomunikasi. Sebelum work from home (WFH), jam kerja normal, delapan jam sehari dari Senin sampai Jumat. Setelah WFH, jam kerja ditambah yaitu jadi delapan jam sehari selama lima hari dan hari Sabtu masih diharuskan bekerja selama 3,5 jam, bahkan tidak ada uang lembur. Bagaimana hal ini jika dilihat dari kacamata hukum?
Intisari Jawaban
Untuk waktu kerja 5 hari dalam seminggu, setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Bila pengusaha mempekerjakan pekerja melebihi waktu tersebut, ia wajib membayar upah kerja lembur.
 
Jika upah kerja lembur tidak dibayar, hal ini menyebabkan terjadinya perselisihan hak. Selain itu, pengusaha juga dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan dan/atau denda.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.