Aspek Hukum Pidana Surat Keterangan Dokter Palsu di Tengah Wabah COVID-19

Bacaan 7 Menit
Aspek Hukum Pidana Surat Keterangan Dokter Palsu di Tengah Wabah COVID-19
Pertanyaan

Apa jerat hukum bagi penyedia surat keterangan dokter palsu bagi orang-orang yang ingin berpergian di tengah wabah COVID-19?

Intisari Jawaban
Pembuat, penjual, dan pembeli surat keterangan dokter palsu yang digunakan untuk lolos pemeriksaan agar dapat bepergian di tengah wabah COVID-19, dapat dijerat dengan sanksi pidana.
 
Pembuat dan pengguna surat keterangan dokter palsu dapat dijerat berdasarkan Pasal 263, Pasal 267, atau Pasal 268 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tergantung kedudukan masing-masing pihak.
 
Penjualnya juga berpotensi dikenai sanksi atas tindak pidana penadahan, berupa penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp900 ribu.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.