Selasa, 02 Juni 2020

Bolehkah Menyimpangi Hukum Islam agar Mendapat Warisan Lebih Banyak?

Bolehkah Menyimpangi Hukum Islam agar Mendapat Warisan Lebih Banyak?

Pertanyaan

Apakah Muslim dapat mengenyampingkan hukum waris Islam dan menggunakan, misalnya hukum waris KUH Perdata atau adat saja? Karena ayah saya meninggal dunia dan meninggalkan Ibu saya, saya (perempuan) serta adik laki-laki saja. Menurut waris Islam, Ibu saya mendapatkan porsi yang lebih kecil daripada anak-anaknya, sementara, anak-anaknya telah dewasa dan punya penghasilan dan Ibu saya tidak lagi bekerja. Apakah boleh mengenyampingkan hukum waris Islam agar Ibu saya dapat warisan lebih banyak agar lebih terjamin hidupnya?

Intisari Jawaban

Orang Islam tidak dapat mengesampingkan hukum waris Islam, karena dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, sudah tidak ada lagi pilihan hukum bagi orang Islam untuk menyelesaikan perkara waris, selain hukum waris Islam.
 
Namun demikian, Anda dapat bermusyawarah dengan keluarga untuk memberikan bagian waris yang lebih besar kepada Ibu Anda, dengan catatan setelah semua ahli waris mengetahui bagiannya masing-masing berdasarkan hukum Islam.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua