Senin, 15 June 2020

Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Mengubah Izin Usaha Industri

Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Mengubah Izin Usaha Industri

Pertanyaan

Perusahaan kami bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan elektronik (Perusahaan A) dan perusahaan kami memiliki afiliasi (Perusahaan B) khusus trading. Saat ini perusahaaan kami berencana akan melakukan pembuatan dan/atau perdagangan sepeda.   Berdasarkan hal ini pertanyaan yang hendak kami ajukan: 1. Jika Perusahaan A akan membuat sepeda dan diperdagangkan apakah memungkinkan? Mengingat saat ini kegiatan usahanya adalah manufaktur dan perdagangan elektronik. Jika memungkinkan perizinan apa yang perlu kami persiapkan? 2. Jika Perusahaan B, ingin melalukan importasi sepeda dan diperdagangkan di Indonesia, Apakah memungkinkan? Jika menungkinkan perizinan apa yang harus kami persiapkan?

Intisari Jawaban

Perusahaan A yang ingin merambah industri sepeda perlu melakukan perubahan anggaran dasar dengan persetujuan Menteri Hukum dan HAM, mengurus izin usaha industri baru, dan memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk produk sepeda roda dua.
 
Sedangkan bagi Perusahaan B yang hendak melakukan impor sepeda perlu melakukan perubahan anggaran dasar dengan persetujuan Menteri Hukum dan HAM, mengurus Angka Pengenal Impor, serta memastikan terpenuhinya Standar Nasional Indonesia untuk produk sepeda roda dua dari luar negeri. Perusahaan B juga dapat menjadi distributor produk sepeda Perusahaan A.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap


Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Easybiz
MITRA : Easybiz
Bisnis menjadi mudah
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua