Jumat, 19 June 2020

Jika Bank Ubah Jenis Pola Angsuran Kredit Secara Sepihak

Jika Bank Ubah Jenis Pola Angsuran Kredit Secara Sepihak

Pertanyaan

Saya adalah salah satu nasabah pada sebuah bank persero. Kami mengajukan kredit dan menandatangi kontrak kredit sejumlah uang dengan pola angsuran flat. Dalam masa angsuran berjalan, kami meminta rekening koran kredit dimaksud. Kami kaget ketika tahu pihak bank secara sepihak menggunakan pola angsuran anuitas (sudah tidak sesuai dengan kontrak kredit yg telah ditandatangani). Yang ingin kami konsultasikan adalah: 1. Apakah tindakan sepihak bank yang mengubah pola angsuran tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perbankan? 2. Perubahan sepihak ini secara hukum dikategorikan pidana/perdata? 3. Apakah dimungkinkan apabila kami untuk menempuh langkah hukum?

Intisari Jawaban

Perjanjian kredit dibuat secara tertulis yang paling sedikit memuat jumlah, jangka waktu, tata cara pembayaran kembali kredit atau pembiayaan, dan persyaratan kredit sebagaimana ditetapkan dalam keputusan persetujuan kredit.
 
Sebelum membuat perjanjian kredit pun, dilakukan analisis kredit yang disesuaikan dengan jumlah dan jenis kredit pada setiap permohonan kredit.
 
Jadi, perbuatan bank yang mengubah jenis pola angsuran kredit secara sepihak merupakan perbuatan wanprestasi atau cidera janji. Bila ditemukan dugaan dengan sengaja mengubah pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan ketika mengubah jenis pola angsuran ini, dapat dikatakan sebagai kejahatan perbankan.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua