Senin, 22 Juni 2020

Status Keberlakuan Penjelasan UUD 1945

Status Keberlakuan Penjelasan UUD 1945

Pertanyaan

Secara historis, UUD 1945 kita sudah diamandemen sebanyak 4 kali. Setelah amandemen yang keempat itu, ditetapkan bahwa UUD 1945 terdiri dari Pembukaan dan Pasal-Pasal. Lantas bagaimana dengan keberlakuan Penjelasan UUD 1945? Apakah artinya hilang/ditiadakan dan tidak berlaku?

Intisari Jawaban

Memang pada Amandemen IV UUD 1945 pada tahun 2002, disebutkan bahwa dengan perubahan UUD 1945 ini, UUD 1945 terdiri dari:
  1. Pembukaan;
  2. Pasal-Pasal.
 
Inilah yang menjadi dasar timbulnya pemahaman bahwa penjelasan UUD 1945 itu tidak ada lagi. Artinya, penjelasan pasal tidak termasuk dalam naskah UUD 1945.
 
Tapi jika diurutkan, naskah resmi UUD 1945 itu terdiri dari:
  1. Naskah UUD 1945 sebagaimana Dekrit Presiden 1959;
  2. Lampiran I sebagai Amandemen I Tahun 1999;
  3. Lampiran II sebagai Amandemen II Tahun 2000;
  4. Lampiran III sebagai Amandemen III Tahun 2001;
  5. Lampiran IV sebagai Amandemen IV Tahun 2002.
 
Kelima naskah inilah yang menjadi bagian dari naskah asli, yang mana naskah asli yang menjadi pegangan itu adalah naskah UUD 1945 sebagaimana Dekrit Presiden 1959, yang terdiri dari:
  1. Batang Tubuh;
  2. Pembukaan;
  3. Penjelasan.
 
Jika dikatakan apakah penjelasan UUD 1945 menjadi hilang, ini tidak terlalu tepat. Naskah Penjelasan UUD 1945 tetap diperlukan sebagai bahan pembacaan historis, filosofis, dan moralitas konstitusional UUD 1945.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua