Jumat, 03 Juli 2020

Hak Cuti Besar Ketika Masa Kerja Karyawan Sempat Di-Break Perusahaan

Hak Cuti Besar Ketika Masa Kerja Karyawan Sempat Di-Break Perusahaan

Pertanyaan

Saya adalah karyawan di sebuah perusahaan sektor pertambangan yang berdomisili di Kutim (Kaltim) dengan status PKWTT. Saya telah bekerja dari 1 Januari 2016 hingga kini tahun 2020, di perusahhan kami membuat kebijakan untuk melakukan pelaksanaan cuti besar/panjang cukup dengan bekerja 5 tahun walaupun di UUK 6 tahun secara terus menerus. Apakah saya berhak mendapatkan cuti besar/panjang di 1 Januari 2021 walaupun di 1 Januari 2018 saya di jeda/break oleh perusahaan?

Intisari Jawaban

Jika yang dimaksud dengan cuti besar adalah istirahat panjang yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, maka Anda berhak atas istirahat panjang ketika telah bekerja 6 tahun secara terus menerus di perusahaan yang sama.

 

Istirahat panjang ini baru dapat dilaksanakan pada tahun ketujuh dan kedelapan, bukan pada tahun keenam yang dimaksud. Namun, jika perusahaan Anda memiliki kebijakan yang lebih baik dibandingkan dengan ketentuan istirahat panjang dalam ketentuan peraturan perundang-undangan, maka Anda merujuk pada ketentuan istirahat panjang pada kebijakan perusahaan itu, termasuk terkait syarat masa kerja dan sifat kontinuitas kerja.

 

Lalu, bagaimana hak Anda ketika Anda sempat di-break atau dijeda perusahaan? Apakah perhitungan masa kerjanya tetap berjalan? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Sigar Aji Poerana mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Internasional.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua