Kamis, 23 July 2020

Hukumnya Memfoto Ciptaan Orang Lain untuk Kepentingan Komersial

Hukumnya Memfoto Ciptaan Orang Lain untuk Kepentingan Komersial

Pertanyaan

Saya mendapat pertanyaan dari kolega kami di Swedia mengenai foto yang mereka ambil seperti karya suvenir dan kerajinan tangan lokal, pahatan kerajinan, dan bangunan sejarah. Apakah hukum yang berlaku jika mereka mempublikasi foto tersebut untuk kepentingan komersial. Apakah mereka perlu mendapat izin dari pencipta? Lalu bagaimana dengan foto yang berisi gambar seseorang? Apakah perlu mendapat izin dari objek foto (orang tersebut) sebelum publikasi komersil?

Intisari Jawaban

Kami mengasumsikan kolega Anda memfoto sendiri suvenir dan kerajinan tangan lokal, pahatan kerajinan, dan bangunan sejarah tersebut.
 
Suvenir, kerajinan tangan lokal dan pahatan kerajinan merupakan karya seni rupa. Sedangkan objek bangunan sejarah, termasuk karya arsitektur. Kedua jenis karya ini dilindungi hak cipta.
 
Selain itu, untuk penggunaan komersial potret, diperlukan persetujuan dari orang yang dipotret atau ahli warisnya.
 
Maka, kami menyarankan kepada kolega Anda untuk:
  1. mencari tahu pencipta atau pemegang hak cipta dari karya seni rupa dan karya arsitektur yang menjadi objek foto tersebut; dan
  2. meminta persetujuan tertulis kepada orang yang dipotret atau ahli warisnya sebelum digunakan secara komersial.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua