Rabu, 23 September 2020

Paspor dan Visa bagi Anak Luar Kawin

Paspor dan Visa bagi Anak Luar Kawin

Pertanyaan

Apakah anak yang lahir di Indonesia, namun lahir di luar pernikahan bisa membuat visa untuk perjalanan ke luar negeri? Anak saya (bayi berusia 1 bulan) adalah anak dari WNA (laki-laki) dan WNI (perempuan) yang menikah siri (hanya secara agama). Apakah anak kami bisa ikut perjalanan ke Tiongkok untuk melangsungkan pernikahan secara hukum di Tiongkok? Jika bisa, visa jenis apa yang bisa digunakan untuk saya dan anak saya?

Intisari Jawaban

Setiap negara memiliki kebijakan masing-masing mengenai penerbitan dan jenis visa bagi warga negara asing yang akan masuk ke negaranya, sehingga visa yang Anda maksud harus merujuk pada ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok, bukan Indonesia.
 
Mengenai paspor, WNI yang akan keluar Indonesia wajib memenuhi persyaratan, salah satunya, dokumen perjalanan, yaitu paspor atau surat perjalanan laksana paspor.
 
Paspor dapat diperoleh anak luar kawin sepanjang anak tersebut sudah memiliki akta kelahiran yang dapat diterbitkan meskipun orang tuanya tidak memiliki ikatan perkawinan secara hukum.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua