Rabu, 30 September 2020

Istri Di-PHK karena Bekerja Tanpa Izin Suami, Bagaimana Hukumnya?

Istri Di-PHK karena Bekerja Tanpa Izin Suami, Bagaimana Hukumnya?

Pertanyaan

Ada seorang istri yang mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh pabrik karena sudah tidak dinafkahi suaminya. Namun setelah beberapa bulan, pihak perusahaan meminta istri mengundurkan diri. Hal ini dikarenakan pihak HRD didatangi sang suami dengan membawa surat pernyataan bahwa suami tidak memberikan izin kepada istri untuk bekerja dan sang suami menekankan bahwa akan menindaklanjuti perihal ini ke ranah hukum jika tetap mempekerjakan sang istri. Jika perusahaan memutus hubungan kerja dalam masa kontrak yang belum berakhir, apakah wajib memberikan uang kompensasi kerugian bagi pekerja? Hukum apa yang dapat digunakan suami untuk menindaklanjuti masalah ini jika perusahaan tetap mempekerjakan sang istri?

Intisari Jawaban

Istri dan suami sama-sama berhak untuk melakukan perbuatan hukum, sehingga istri berhak untuk mengikatkan diri dalam perjanjian kerja, meskipun tanpa izin suami.
 
Maka, secara hukum, suami tidak berhak meminta perusahaan tempat istrinya bekerja untuk tidak mempekerjakan istrinya lagi.
 
Perusahaan yang mengakhiri hubungan kerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu sebelum masa perjanjiannya berakhir wajib membayar ganti rugi kepada pekerja/buruh sebesar upah sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Saufa Ata Taqiyya mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Islam Indonesia pada tahun 2018 dengan peminatan Hukum Internasional. 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua