Jumat, 02 October 2020

Upaya Hukum Jika Tak Digaji dan Diminta Mengembalikan Bonus

Upaya Hukum Jika Tak Digaji dan Diminta Mengembalikan Bonus

Pertanyaan

Perusahaan akan memotong gaji karyawan akibat dampak COVID-19 sebesar 30% dari gaji untuk sebagian posisi. Saya dan teman-teman kerja saya tidak setuju dan bernegosiasi agar pemotongan gaji jadi 15%. Namun, pihak perusahaan malah menaikan persentase pemotongan gaji menjadi 50%. Saya adalah karyawan yang kontraknya sudah habis dan menyambung kontrak tanpa ada perjanjian tertulis. Perusahaan sudah sepakat memberikan bonus kepada saya. Tapi setelah beberapa bulan, pihak perusahaan sekarang meminta balik bonus saya. Bahkan sekarang sudah 3 bulan pihak perusahaan tidak memberikan gaji kepada karyawan, padahal mereka menjanjikan untuk mencicil gaji. Apa yang harus saya lakukan? Apa bisa dibawa ke jalur hukum?

Intisari Jawaban

Pemotongan upah karena perusahaan terdampak COVID-19 tidak berdasarkan hukum dan dapat menimbulkan perselisihan hubungan industrial. Hal ini karena pemotongan upah hanya dapat dilakukan sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau peraturan kerja bersama untuk:
  1. denda;
  2. ganti rugi; dan/atau
  3. uang muka upah
Bonus yang sudah dibayarkan kepada karyawan tidak bisa dituntut untuk dikembalikan, sebab bonus merupakan pendapatan non upah, yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama dan merupakan hak pekerja/karyawan.
 
Untuk perusahaan terdampak pandemi COVID-19, dengan pertimbangan kelangsungan usaha, dapat melakukan perubahan besaran upah atau cara pembayaran upah asalkan didasarkan atas kesepakatan dengan pekerja.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini. Anda juga bisa konsultasikan langsung masalah ini secara lebih spesifik dan personal dengan advokat berpengalaman di sini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua