Kamis, 08 Oktober 2020

Melakukan KDRT Demi Mencegah Bunuh Diri, Bisakah Dipidana?

Melakukan KDRT Demi Mencegah Bunuh Diri, Bisakah Dipidana?

Pertanyaan

Saya menikah dengan istri saya pada bulan desember 2019. Semenjak beberapa bulan, kemarin kami sering mengalami perdebatan karna istri saya yang selalu tidak menghargai saya selaku suaminya. Saya pun sempat memutuskan untuk bercerai dengannya tetapi dia tidak mau dan menyuruh saya untuk memberikan kesempatan kepadanya di depan orangtuanya dengan cara berjanji untuk tidak melakukan hal tersebut. Selang beberapa bulan hal itu pun terjadi kembali. Kami berdebat kembali dan dia meminta untuk saya ceraikan. Setelah saya mengiyakan untuk bercerai, dia malah melakukan kontak fisik terhadap saya. Dia memukul wajah saya, menjambak rambut saya, meremas telinga saya dan membenturkan kepala saya ke tembok tetapi saya hanya terdiam tidak melawan/membalas. Di saat saya diam, dia mulai mengambil sebuah benda tumpul dan dipukulkannya ke kepala dia berkali-kali mencoba bunuh diri dan mengucap dia lebih baik mati. Saya sudah mencegah dia dengan ucapan tetapi dia semakin menjadi-jadi. Dan saya selaku suami refleks menampar dia agar dia berhenti dan sadar atas apa yang dilakukannya sehingga menimbulkan luka lebam di pipi dan bibirnya. Apakah tamparan yang saya lakukan itu termasuk tindakan KDRT?

Intisari Jawaban

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (“KDRT”) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.
 
Perbuatan Anda menampar istri Anda memenuhi unsur KDRT, namun tidak dapat dipidana karena adanya daya paksa sebagai alasan penghapus pidana.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua