Jumat, 16 October 2020

Hukumnya Pakai NIK Orang Lain untuk Nikah Beda Agama

Hukumnya Pakai NIK Orang Lain untuk Nikah Beda Agama

Pertanyaan

Saya dan pasangan berbeda agama menikah di KUA dan dapat buku nikah. Namun NIK yang tertera di buku nikah bukanlah NIK saya. Apakah pernikahannya tidak sah? Keluarga pasangan saya membuatkan KTP dengan NIK orang lain dan saya baru mengetahuinya.

Intisari Jawaban

Perkawinan sah apabila dilaksanakan sesuai dengan hukum agama atau kepercayaan yang dianut. Perkawinan beda agama pada praktiknya dapat dilangsungkan dengan cara salah satunya melakukan penundukan sementara pada salah satu hukum agama. Namun, ini dipandang sebagai penyelundupan hukum.

Di sisi lain, menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) orang lain pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) Anda dapat dijerat tindak pidana administrasi kependudukan dan pemalsuan surat.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini. Anda juga bisa konsultasikan langsung masalah ini secara lebih spesifik dan personal dengan konsultan hukum berpengalaman di sini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Erizka Permatasari mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 2020 dengan peminatan Hukum Kesehatan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua