Senin, 19 Oktober 2020

Cara Membuat Laporan Kecelakaan dan Klaim Santunan Jasa Raharja

Cara Membuat Laporan Kecelakaan dan Klaim Santunan Jasa Raharja

Pertanyaan

Saya naik motor bertabrakan dengan mobil yang mengakibatkan motor rusak dan saya harus dirawat di rumah sakit karena kaki dan jari tangan patah. Sedangkan mobil pihak lawan lecet-lecet. Pemilik mobil minta ganti rugi. Karena belum ada kesepakatan ganti rugi, pemilik mobil tidak mau ikut secara bersama-sama melaporkan kejadian kecelakaan kepada polisi. Sehingga kepolisian tidak mau membuatkan laporan kecelakaan yang kami alami karena pihak lawan tidak hadir. Tidak adanya surat keterangan kecelakaan dari polisi mengakibatkan kami tidak mendapatkan hak kami berupa santunan dari Jasa Raharja atau BPJS. Apa yang harus kami lakukan?

Intisari Jawaban

Luka patah kaki dan jari tangan dapat digolongkan sebagai luka berat maupun luka ringan tergantung dari akibat yang ditimbulkan dari luka tersebut.
 
Setiap orang yang terlibat kecelakaan wajib melaporkan kecelakaan ke kepolisian terdekat. Adapun dalam laporan tersebut tidak dipersyaratkan agar pihak yang melapor membuat laporan bersama-sama dengan pihak lain yang terlibat kecelakaan. Sehingga, penolakan polisi dengan alasan pihak lain yang terlibat tidak ikut melapor adalah penolakan yang tidak berdasar.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini. Anda juga bisa konsultasikan langsung masalah ini secara lebih spesifik dan personal dengan advokat hukum berpengalaman di sini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik Klinik Hukum disediakan khusus bagi member Hukumonline untuk mengajukan persoalan atau permasalahan hukum yang dihadapi.
Jika Anda sudah menjadi member Hukumonline, silakan Login, atau klik Daftar untuk bergabung.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua

×

Belajar Hukum secara online
dari pengajar berkompeten
dengan biaya terjangkau.

Mulai dari:
Rp149.000