Bolehkah Memberikan SP Bagi Karyawan yang Sakit COVID-19?

Bacaan 5 Menit
Bolehkah Memberikan SP Bagi Karyawan yang Sakit COVID-19?
Pertanyaan

Perusahaan akan menerapkan sanksi hukuman SP (Surat Peringatan) dan memberikan penilaian performa akhir tahun buruk apabila karyawan terkena COVID-19. Tidak ada aturan dalam perjanjian kerja bersama mengenai COVID-19 ini. Yang jadi pertanyaan saya adalah:

  1. Apakah perusahaan berhak mengaturnya?
  2. Adakah landasan hukum bagi perusahaan untuk melakukan penerapan sanksi ini?
  3. Adakah landasan hukum bagi pekerja untuk melawan keputusan perusahaan?
Intisari Jawaban

Pemberian Surat Peringatan (“SP”) kepada karyawan sebenarnya telah diatur ketentuannya dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Perlu dipahami, SP ini diberikan jika karyawan melanggar ketentuan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Namun demikian, terhadap pekerja yang sakit terinfeksi COVID-19 tidak dapat serta-merta diatur pemberian SP. Kecuali misalnya, dalam peraturan perusahaan sebelumnya telah diatur karyawan dilarang masuk ke kantor atau penetapan Work from Home (WFH), namun si karyawan melanggar kebijakan ini dan akhirnya menurut tracing, ia terpapar COVID-19 dari bepergian ke atau dari kantor.

Oleh karena itu, si karyawan bisa diberikan SP atas alasan pelanggaran ketentuan peraturan perusahaan tersebut, bukan karena alasan ia sakit terpapar COVID-19.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika