Bolehkah Perjanjian Perdamaian Dibuat Menyimpang dari Putusan Pengadilan?

Bacaan 9 Menit
Bolehkah Perjanjian Perdamaian Dibuat Menyimpang dari Putusan Pengadilan?
Pertanyaan
Contoh kasus, si A memenangkan kasus perbuatan melawan hukum di mahkamah agung melawan si B dengan amar putusan sebagai berikut: Menyatakan si B telah melakukan perbuatan melawan hukum, menghukum si B membayar uang sebesar Rp600 juta, kemudian putusan tersebut belum dieksekusi dan setahun kemudian si B membuat perjanjian dengan si A di mana isi perjanjian tersebut tidak sesuai dengan amar putusan MA, melainkan hanya membebankan si B untuk membayar uang kepada si A sebesar Rp 200 juta. Yang ingin saya tanyakan adalah: Apakah perjanjian yang dilakukan oleh si B dan si A dapat dibatalkan karena bertentangan dengan amar putusan MA? Terima kasih.
Intisari Jawaban
Perjanjian yang dibuat oleh A dan B di kemudian hari tidak serta merta dapat dibatalkan dengan alasan bertentangan dengan putusan Mahkamah Agung. 
 
Berdasarkan penafsiran a contrario terhadap ketentuan Pasal 1862 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata perdamaian mengenai suatu sengketa yang sudah diakhiri dengan suatu putusan hakim yang telah memperoleh kekuatan tetap dan telah diketahui oleh para pihak adalah sah (tidak batal).
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.
Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika