Sengketa Nasabah vs Bank, Selesaikan dengan Langkah-langkah Ini

Bacaan 6 Menit
Sengketa Nasabah vs Bank, Selesaikan dengan Langkah-langkah Ini
Pertanyaan

Saat beberapa bank syariah BUMN di Indonesia melakukan merger beberapa waktu lalu, saya mengajukan kredit dengan tujuan renovasi dengan jaminan rumah a.n orang tua. Sebagai anak tunggal pastilah hak waris sudah tentu ke tangan saya. Tapi marketing bank syariah malah menyarankan agar mengajukan KPR jual beli dari orang tua ke saya. Kendala terjadi saat akan pelunasan tidak sesuai dengan informasi dari bank syariah. Saya tetap harus bayar margin 200% untuk pelunasan. Bagaimana solusinya? Pinjaman sebesar Rp100 juta selama 15 tahun dan sudah berjalan 5 tahun, sisa hutang Rp188 juta dengan angsuran Rp1,5 juta.

Intisari Jawaban

Sebelumnya, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa bank syariah adalah juga sebuah lembaga bisnis, dan tentu saja memiliki orientasi untuk mendapatkan profit.  Meski demikian, dalam kasus yang Anda hadapi, sebaiknya Anda melakukan langkah-langkah berikut ini untuk menyelesaikan sengketa dengan bank, dengan tujuan dapat membantu meringankan beban bayaran:

  1. Mencermati ulang isi kontrak;
  2. Meminta penjelasan atau konsultasi ke bank;
  3. Membuat pengaduan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK); dan
  4. Memohon pendampingan hukum.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, diharapkan Anda akan mendapatkan keringanan beban bayaran dan keadilan.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.