Dianggap Absen karena Tak Mau Kelas Tatap Muka, Termasuk Pengancaman?

Bacaan 7 Menit
Dianggap Absen karena Tak Mau Kelas Tatap Muka, Termasuk Pengancaman?
Pertanyaan

Di kondisi COVID-19 ini, sekolah mewajibkan seluruh siswa dan guru untuk mengadakan pembelajaran offline secara serentak. Bagi yang tidak hadir di kelas offline akan dianggap absen (tidak hadir) selama 1 semester, bukankah ini termasuk bentuk ancaman? Adakah pidana untuk kasus seperti ini? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Perbuatan memaksa anak untuk mengikuti sekolah secara tatap muka (offline) dengan ancaman berupa dianggap absen (tidak hadir) selama 1 semester, menurut hemat kami termasuk perbuatan pidana dalam Pasal 335 ayat (1) angka 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Namun mengingat hukum pidana bersifat ultimum remedium, yaitu sebagai upaya terakhir ketika tidak ada solusi lain atas suatu peristiwa hukum, maka Anda dapat melaporkan sekolah/kepala sekolah ke Dinas Pendidikan setempat, sebab menurut ketentuan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021 dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), orang tua/wali peserta didik dapat memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi anaknya.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika