Bolehkah Adopsi Anak Hanya Berdasarkan Perjanjian Bermeterai?

Bacaan 4 Menit
Bolehkah Adopsi Anak Hanya Berdasarkan Perjanjian Bermeterai?
Pertanyaan

Saya baru melahirkan bayi laki-laki yang baru berusia 2 bulan hari ini. Tapi malam ke-2 setelah melahirkan, saya dipisahkan dari anak saya dan terpaksa membuat perjanjian di atas meterai yang menyatakan bahwa saya "memberikan anak saya kepada calon pengadopsi anak saya dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak manapun" karena saat kandungan saya berumur 7 bulan saya diantar orang tua saya ke rumah si pengadopsi sampai saya melahirkan. Tapi saat saya di rumah mereka, saya hanya ditanggung makan, obat-obatan dan USG saja. Pada saat saya ingin mempertahankan anak saya, mereka (si pengadopsi) meminta ganti rugi sebesar Rp100 juta dan akhirnya dengan sangat terpaksa saya menyetujui untuk memberikan anak saya. Saat penyerahan itu ayah saya juga ikut bertandatangan. Sebelumnya ayah biologis dari anak saya ingin bertanggungjawab, tapi ayah saya tidak merestuinya karena sebenarnya anak saya hasil dari luar nikah. Dan sekarang si pengadopsi memblokir akses komunikasi saya dengan anak. Apakah secara hukum surat itu sah? Bagaimana cara agar bisa mengambil kembali anak saya? Apakah ayah saya akan terjerat hukum karena ikut bertandatangan? Apakah bapak biologisnya bisa juga menuntut untuk mengambil anaknya? Mohon jawabannya agar saya bisa mengambil tindakan secepatnya.

Intisari Jawaban

Pengangkatan anak (adopsi) berdasarkan peraturan perundang-undangan dilakukan melalui penetapan pengadilan.

Perbuatan yang dilakukan dengan sengaja menarik seorang yang belum cukup umur dari kekuasaan yang menurut undang-undang ditentukan atas dirinya atau dari pengawasan orang yang berwenang untuk itu, diancam dengan pidana penjara.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika