Diminta Lembur Sampai Drop, Bolehkah Resign Sebelum PKWT Berakhir?

Bacaan 8 Menit
Diminta Lembur Sampai <i>Drop</i>, Bolehkah <i>Resign</i> Sebelum PKWT Berakhir?
Pertanyaan

Apakah saya bisa resign sebelum kontrak habis tanpa bayar penalti? Saya pegawai PKWT, baru bekerja sekitar 6 bulan di perusahaan X. Sebetulnya ini perusahaan kecil, timnya hanya berjumlah 6 orang termasuk bosnya. Saya dikontrak untuk kerja selama satu tahun, apabila sebelum 1 tahun saya berhenti, saya harus membayar sebanyak 30 juta rupiah. Tentunya saya tidak sanggup. Awalnya saya senang bekerja karena ini pekerjaan pertama saya, tapi lama kelamaan tugas-tugas yang diberikan kepada saya menjadi menumpuk sampai-sampai saya harus lembur banyak. Setiap bulan, jam lembur saya tidak kurang dari 50 jam, bahkan bulan ini mencapai hampir 90 jam lembur. Saya merasa sangat lelah dan ujung-ujungnya saya drop, tapi walaupun saya sakit saya tetap ditugaskan bekerja seperti biasa. Keadaan ini membuat saya stres dan fisik saya pun melemah. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Bisakah saya resign sebelum kontrak habis karena alasan kesehatan yang menurun? Ibu saya sudah tidak tega melihat saya sakit. Sebagai informasi tambahan, bos saya adalah orang yang tidak mau menerima kritik.

Intisari Jawaban

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berlaku secara jelas mengatur bahwa barang siapa yang mengakhiri hubungan kerja sebelum jangka waktu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (“PKWT”) berakhir, maka pihak yang mengakhiri wajib membayar denda kepada pihak lainnya sejumlah sisa upah pekerja hingga masa PKWT berakhir.

Apabila Anda tidak sanggup membayar denda tersebut dan Anda memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan Anda, maka perusahaan wajib memenuhi hak-hak Anda dalam hal adanya kerja lembur seperti upah lembur, istirahat yang cukup, dan makanan/minuman.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.