Fenomena ‘Spill The Tea’ di Twitter, Adakah Jerat Hukumnya?

Bacaan 6 Menit
Fenomena ‘<i>Spill The Tea</i>’ di <i>Twitter</i>, Adakah Jerat Hukumnya?
Pertanyaan

Di Twitter, netizen banyak menggunakan frasa “spill the tea” ketika akan mengungkap rahasia tertentu atau suatu hal dari suatu kejadian yang tidak diketahui orang lain, serta tak jarang melibatkan suatu pihak misalnya influencer atau youtuber yang dibicarakan. Bukankah jika demikian ini bisa berpotensi pidana pencemaran nama baik atas fakta yang belum tentu benar?

Intisari Jawaban

Fenomena spill the tea yang kerap kali dilakukan netizen Twitter secara singkat dapat diartikan sebagai perbuatan membiarkan informasi rahasia menjadi diketahui. Namun informasi itu belum tentu benar, sehingga perbuatan ini berpotensi dijerat pidana pencemaran nama baik dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait penerapan pasal tersebut, apalagi jika muatan spill the tea tersebut berupa penilaian, pendapat, hasil evaluasi atau sebuah kenyataan.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.