Ortu Bagikan Harta ke Anaknya Sebelum Meninggal, Bagaimana Hukumnya?

Bacaan 8 Menit
Ortu Bagikan Harta ke Anaknya Sebelum Meninggal, Bagaimana Hukumnya?
Pertanyaan

Di daerah saya, biasanya warisan dibagikan sebelum pewaris meninggal dunia, sehingga jadinya hibah bukan warisan. Karena hibah, besaran bagian masing-masing anak ditentukan sendiri oleh orang tua. Bolehkah hal seperti ini dilakukan? Adakah ketentuan dalam hukum islam yang melarang atau membatasinya? 

Intisari Jawaban

Pembagian harta waris ketika pewaris masih hidup jelas merupakan bentuk penyimpangan dari pemberlakuan sistem waris Islam di Indonesia. Hal ini dikarenakan rukun dan syarat utama pembagian harta waris adalah adanya kematian pewaris. Di sisi lain terkait pemberian suatu benda dari seseorang kepada orang lain ketika kedua pihak masih hidup bukan termasuk dalam perhitungan harta waris, namun dapat dikategorikan sebagai hibah/hadiah sebagaimana yang Anda tanyakan. Adapun pemberian hibah dari orang tua kepada anaknya, hukumnya boleh dan tidak ada batasan nomimal jumlahnya. Hal ini berbeda jika hibah tersebut dilakukan kepada orang lain, maka dibatasi maksimal 1/3 bagian dari harta kekayaan milik pemberi hibah.

Namun, terdapat sejumlah ketentuan lain yang perlu diperhatikan jika orang tua ingin menghibahkan harta kepada anak-anaknya.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.