Selasa, 11 May 2010

Prosedur Menjadi Penerjemah Tersumpah

Prosedur Menjadi Penerjemah Tersumpah

Pertanyaan

Mohon informasi prosedur menjadi penterjemah tersumpah.

Ulasan Lengkap

Istilah Penerjemah Bersumpah atau -- yang juga sering ditulis -- Penerjemah Tersumpah sebetulnya merujuk kepada penerjemah teks hukum. Untuk menjadi Penerjemah Bersumpah, Anda harus mengikuti dan lulus Ujian Kualifikasi Penerjemah (UKP) yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (LBI-FIBUI) dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.

 

Apabila Anda lulus UKP dengan nilai di atas 80 (nilai A), maka Anda berhak untuk disumpah sebagai Penerjemah Bersumpah. Pengambilan sumpah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, yang kemudian akan mengeluarkan Surat Keputusan mengenai pengangkatan Anda sebagai Penerjemah Bersumpah.

 

Mereka yang dapat mengikuti UKP adalah pemilik Kartu Tanda Penduduk (KTP) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Menurut situs LBI-FIBUI, pada tahun-tahun mendatang mereka berencana menyelenggarakan UKP di beberapa kota besar di Indonesia dan memfasilitasi agar pemerintah daerah masing-masing dapat mengambil sumpah para penerjemah teks hukum.

 

Untuk informasi selanjutnya Anda dapat menghubungi LBI FIB UI, di Kampus UI Depok, Gedung V Lt.1 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, atau di Kampus UI Salemba, Gedung Rektorat Lama Kampus UI Salemba, Jl. Salemba Raya No. 4, Jakarta.

 

Demikian sejauh yang kami tahu. Semoga dapat membantu.

 

 


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.



Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua