Senin, 10 September 2001

klaim lingkungan perumahan

klaim lingkungan perumahan

Pertanyaan

Saya membeli rumah dengan menggunakan fasilitas KPR BTN. Yang menjadi persoalan persis didepan Blok kami terdapat gundukan sampah yang sangat menggangu kami. Sementara tempat itu bukan untuk tempat pembuangan sampah. Pertanyaanya : siapakah yang harus bertanggung jawab atas masalah ini apakah depelover atau fihak bank? Kemudian bagaimana cara kita untuk mengklaim menurut hukum?

Ulasan Lengkap

Terlepas dari fungsi tempat di mana gundukan sampah itu berada, masalah yang anda alami pada dasarnya dari segi tata kelola lingkungan kompleks perumahan adalah tanggung jawab developer. Namun masyarakat sekitar (bersama-sama dengan wakil-wakil developer) dapat menyelesaikan gangguan tersebut dengan  cara musyawarah dan gotong royong dalam rangka menjaga lingkungan sendiri agar tetap bersih. Usaha-usaha tersebut sebaiknya dipimpin oleh Ketua RT atau RW.

 

Dalam pelaksanaannya, anggota masyarakat di sekitar gundukan sampah tersebut dapat menyisihkan uang mereka masing-masing untuk memperkerjakan orang-orang setempat untuk bertanggung jawab mengurus masalah sampah tersebut. Tentunya pengurusan tersebut jangan menimbulkan hal yang sama di tempat lain.

 

Bagaimana hukum melihat persoalan gundukan sampah di atas? Hal itu dapat dilihat dari berbagai sisi antara lain sebagaimana diuraikan di bawah ini.

 

Dari sisi perjanjian fasilitas KPR BTN anda, pihak bank adalah kreditur anda bukan kreditur developer. Jadi seharusnya bank lebih perhatian kepada kemampuan anda dalam membayar jumlah-jumlah yang wajib dibayar kepadanya daripada memberikan perhatian kepada kinerja/tanggung jawab developer.

 

Dari sisi kreditur(-kreditur) developer, biasanya dalam perjanjian fasilitas pinjaman terdapat klausula pemenuhan dan senantiasa tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku dalam menjalankan perusahaan dan usahanya agar tidak menggangu secara material keberadaan dan jalannya perusahaan dan atau kekayaan (termasuk bisnisnya). Dengan demikian, bank harus memperhatikan apakah unsur mengganggu secara material tersebut telah terpenuhi benar-benar. Dapat saja bila masalah gundukan sampah bila memang telah melanggar ketentuan hukum yang berlaku dan telah memenuhi unsur mengganggu secara material, maka akibat hukum tertentu atas pelanggaran klausula itu dapat diberlakukan kepada developer. Biasanya developer disyaratkan untuk memperbaiki keadaan yang mengganggu secara material tersebut atas tanggungan atau biaya sendiri. 

Dari sisi developer sendiri, pada dasarnya developer harus melihat persoalan di atas atas dasar kepentingan bisnisnya. Adanya kondisi lingkungan yang kurang sehat dipandang itu kurangnya perhatian terhadap bisnisnya sendiri. Dia bisa menjadikan tempat yang sudah ada itu diperbaiki untuk difungsikan menjadi tempat sampah yang bagus atau dia dapat merelokasikannya ke tempat lain yang lebih pantas untuk dijadikan tempat sampah yang bagus.

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Si Pokrol
MITRA : Si Pokrol
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua