Jumat, 15 February 2002

Giro kosong

Giro kosong

Pertanyaan

bung pokrol, Saya menerima 4 lembar giro dari rekan kongsi saya sebagai perhitungan pengakhiran kerjasama, yang akan saya tanyakan sejauhmana kekuatan hukumnya apabila giro yang bersangkutan ternyata kosong. Apakah bila perjanjian tsb dibuat dalam bentuk akte di depan notaris, dapat dilakukan tindakan hukum terhadap yang bersangkutan. Bagaimana bunyi pasal yg sebaiknya dicantumkan dalam akte penyelesaian kerjasama untuk mengamankan posisi saya sebagai pihak yang akan menerima giro tsb, mohon pendapatnya

Ulasan Lengkap

Yang perlu anda pastikan adalah bagaimana transaksi kerjasama itu harus dilakukan dan erat atau tidaknya dengan mekanisme pembayaran yang harus dilakukan. Pelaksanaan pembayaran selalu berpatokan pada bayar dimuka dan bayar diakhir. Walau demikian selalu ada cara ditengah-tengah. Bayar dimuka sebagian, sisanya dibayar dengan cicilan. Bayar dicicil untuk masa waktu tertentu dan sisanya bayar diakhir. Untuk pengaturan yang mana saja, pasti ada perlu jaminan pembayaran. Bisa berupa agunan (berupa barang/hak) atau jaminan dari pihak ketiga atau jaminan berupa kredibilitas yang tinggi dari rekan anda sendiri. Lebih baik memanfaatkan jasa atau kredibilitas pihak ketiga yang anda dapat percayai dalam hal memastikan pembayaran akan terlaksana.

 

Giro merupakan instrumen pembayaran bukan agunan pembayaran. Dan berarti bukan pula jaminan pembayaran. Mungkin anda dapat mensyaratkan (bila perlu dan disetujui oleh rekan kerjasama anda) bahwa  rekan anda memakai instrumen pembayaran lain, yang sekaligus dapat dijadikan sebagai jaminan karena ada konfirmasi pihak ketiga yang dapat dipercaya (misalnya bank yang anda tunjuk). Misalnya, garansi bank (biasa berlaku bagi dunia usaha konstruksi) atau L/C (dengan tetap memperhatikan syarat-syarat penerbitan L/C).

 

Bila telah terlanjur menggunakan instrumen pembayaran dengan giro dan ternyata itu adalah giro kosong, maka anda dapat mensyaratkan rekan anda untuk mengaku berhutang berdasarkan akta notaris pengakuan hutang, dimana dia dapat diwajibkan untuk membayar secara angsuran atau sekaligus pada waktu dan dengan cara yang anda tentukan dan sepanjang rekan anda setuju. Akta itu bukan merupakan instrumen pembayaran melainkan instrumen hutang dan dapat dilaksanakan langsung seperti halnya kekuatan suatu putusan pengadilan. Disebut juga grosse akte.

 

Perjanjian yang dibuat di hadapan Notaris memang mempunyai kekuatan otentik yang paling kuat dari segi pembuktian (ps.165 HIR dan ps.1868 KUH Perdata). Dengan demikian bukan berarti yang dibuat di bawah tangan tidak kuat; hanya kurang kuat.

 

Bila dibuat di bawah tangan, tegaskan dalam klausula akhir perjanjian, bahwa perjanjian dibuat dalam rangkap 2 (dua) misalnya, satu untuk anda satu untuk rekan anda, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. Jadi, kata kunci-nya adalah Sepanjang tertulis akan lebih mudah mekanisme pembuktian daripada tidak ada yang tertulis sama sekali.

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Bung Pokrol
MITRA : Bung Pokrol
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua