Bisakah Seseorang Dua Kali Divonis Seumur Hidup?

Bacaan 4 Menit
Bisakah Seseorang Dua Kali Divonis Seumur Hidup?
Pertanyaan

Seorang narapidana kasus pembunuhan yang sudah divonis seumur hidup dijatuhi lagi hukuman seumur hidup karena dalam masa tahanannya, dia melakukan pembunuhan lagi. Dapatkah Hakim memutuskan vonis hukuman seumur hidup yang kedua bagi napi tersebut?

 

Ulasan Lengkap

Untuk pembunuhan yang dijatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup kami asumsikan didasarkan pada Pasal 339 atau Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:

 

Pasal 339

Pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

 

Pasal 340

Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

 

 

Dalam hal terjadi pengulangan tindak pidana yakni pembunuhan, maka kita merujuk pada ketentuan Pasal 487 KUHP, sehingga pidana penjaranya dapat ditambah sepertiga. Berikut bunyi pasalnya:

 

“Pidana penjara yang ditentukan dalam pasal 131, 140 ayat pertama, 141, 170, 213, 214, 338, 341, 342, 344, 347, 348, 351, 353 - 355, 438 - 443, 459, dan 460, begitu pun pidana penjara selama waktu tertentu yang diancam menurut pasal 104, 130 ayat kedua dan ketiga, pasal 140, ayat kedua dan ketiga, 339, 340 dan 444, dapat ditambah sepertiga, jika yang bersalah ketika melakukan kejahatan belum lewat lima tahun sejak menjalani untuk seluruhnya atau sebagian pidana penjara yang dijatuhkan kepadanya, baik karena salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal-pasal itu maupun karena salah satu kejahatan yang dimaksudkan dalam pasal 106 ayat kedua dan ketiga, 107 ayat kedua dan ketiga, 108 ayat kedua, sejauh kejahatan yang dilakukan itu atau perbuatan yang menyertainya menyebabkan luka-luka atau kematian, pasal 131 ayat kedua dan ketiga, 137, dan 138 KUHP Tentara, atau sejak pidana tersebut baginya sama sekali telah dihapuskan, atau jika pada waktu melakukan kejahatan, kewenangan menjalankan pidana tersebut belum daluwarsa.”

 

Dalam hal ini, pidana yang dijatuhkan adalah pidana penjara seumur hidup. Terkait penjatuhan hukuman penjara seumur hidup untuk kedua kalinya, R. Soesilo dalam bukunya “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal” berpendapat (hlm. 86), “jika dalam hal mengadili tidak serentak kepada terdakwa dalam perkaranya yang dahulu telah dijatuhkan hukuman yang setinggi-tingginya, maka bagi perkara-perkaranya yang berikut kepada terdakwa itu tidak mungkin dijatuhkan hukuman lagi, ia hanya dinyatakan bersalah saja, tanpa dijatuhi hukuman.

 

Penjelasan R. Soesilo di atas dapat dipahami sebab pidana penjara seumur hidup adalah pidana penjara yang dijalankan sampai berakhirnya usia/meninggalnya terpidana yang bersangkutan. Oleh karena itu penjatuhan pidana penjara seumur hidup untuk kedua kalinya bagi seorang narapidana yang sedang menjalani hukuman pidana penjara seumur hidup adalah tidak mungkin dilakukan. Simak juga Pengertian Pidana Kurungan, Pidana Penjara, Dan Pidana Seumur Hidup.

 

Sekian jawaban dari kami, semoga membantu.

 

Dasar hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73).