Jumat, 05 Maret 2010

WNA usaha di bidang properti

WNA usaha di bidang properti

Pertanyaan

Saya mempunyai teman warga negara Brunei. Dia tertarik untuk usaha berupa perumahan di pinggiran Jakarta. Yang ingin saya tanyakan adalah apa boleh teman saya (WNA) berusaha di bidang properti? Kalau dia ingin membentuk perusahaan PT, apakah harus mengajak mitra lokal? Kalau tidak apa yang harus dilakukan khususnya untuk perizinan? Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Ulasan Lengkap

Dasar hukum untuk investasi adalah:

  1. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (”UU PT”)
  2. UU No. 25 Tahun 2007 tentang Investasi (”UU Investasi”)
  3. Perpres No. 111 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Perpres No. 77 Tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal (“Perpres No. 111/2007”)

Berdasarkan Perpres No. 111/2007, usaha bidang properti terbuka 55% bagi asing, baik dalam bentuk perorangan ataupun badan usaha. Sedangkan, 45% saham lainnya harus dimiliki oleh lokal, baik perorangan maupun badan usaha. Sehingga untuk pihak asing yang akan mendirikan perseroan yang bergerak di bidang properti di Indonesia, harus bekerjasama dengan pihak lokal. UU PT mensyaratkan minimal adanya dua pemegang saham dalam suatu perseroan.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk memulai izin usaha bidang properti adalah:

  1. Mengajukan permohonan pendaftaran ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
  2. Setelah mendapatkan izin pendaftaran dari BKPM, maka para pihak harus membuat akta pendirian perseroan di hadapan notaris. 
  3. Pengurusan izin-izin perseroan seperti Surat Keterangan Domisili, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
  4. Pengesahan akta pendirian oleh Menteri Hukum dan HAM. 

Dalam hal modal perseroan, UU PT mensyaratkan minimal Rp50 juta, akan tetapi hal ini tidak dapat dijadikan tolak ukur bagi investasi asing. Walaupun tidak ada peraturan yang mensyaratkan minimal terhadap modal dasar bagi usaha properti akan tetapi pada prakteknya BKPM akan memberikan rekomendasi suatu nilai yang dinilai mencukupi atas suatu bidang usaha dengan mempertimbangkan beberapa faktor, di antaranya rencana kerja, barang modal, tenaga kerja, atau bahkan aplikasi-aplikasi sebelumnya atas usaha sejenis.

Demikian informasi singkat ini. Semoga bermanfaat.

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua