Jumat, 27 May 2011

Apakah Paralegal Bisa Menjadi Advokat?

Apakah Paralegal Bisa Menjadi Advokat?

Pertanyaan

Apa sebenarnya yang menjadi perbedaan utama antara seorang paralegal dan magang? Karena pada tiap law firm, seorang paralegal sudah pasti mendapat gaji tetap sedang magang dalam UU Advokat tidak ada kewajiban untuk dibayar. Apakah seorang paralegal dapat menjadi seorang advokat? Sekian dan terima kasih.

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Ulasan Lengkap

Istilah paralegal lazim dikenal di komunitas hukum. Namun, hingga saat ini istilah paralegal tidak kita temui dalam peraturan perundang-undangan. Karena itu, definisi paralegal sampai saat ini belum seragam (baca artikel Posisi Paralegal di Tengah Konflik Advokat).

 

Dalam hukumpedia misalnya, paralegal didefinisikan sebagai orang yang melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan hukum, namun ia tidak mempunyai kualifikasi sebagai praktisi hukum. Bahkan, dalam beberapa literatur disebutkan bahwa paralegal bukanlah sarjana hukum. Tugas paralegal umumnya adalah membantu advokat, di antaranya untuk pekerjaan administratif dan pengarsipan dokumen.

 

Menurut Ahmad Fikri Assegaf partner di Assegaf Hamzah & Partner, tidak semua kantor advokat memiliki paralegal. Di sebagian kantor advokat, pekerjaan yang biasanya dilakukan paralegal dilakukan juga oleh advokat.

 

Mengenai magang atau pemagangan di kantor advokat, dikenal beberapa jenis pemagangan (magang). Yaitu pemagangan dalam rangka pelatihan kerja dan pemagangan dalam rangka pemenuhan persyaratan menjadi advokat.

 

Magang dalam konteks pelatihan kerja diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”). Pemagangan menurut Pasal 1 angka 11 UU Ketenagakerjaan adalah:

 

bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

 

Menurut Fikri, jalur pemagangan sebagai pelatihan kerja di kantor advokat pada umumnya dibuka untuk para mahasiswa yang baru lulus dari fakultas hukum. Lamanya masa magang biasanya adalah tiga bulan, tapi bisa berbeda untuk setiap kantor advokat. Kantor advokat membayar upah pekerja magang. Kantor advokat dapat meningkatkan status pekerja magang menjadi asisten advokat berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Status asisten advokat akan meningkat lagi setelah yang bersangkutan diangkat sebagai advokat oleh organisasi advokat. Demikian menurut Fikri.

 

Sedangkan, magang dalam konteks pemenuhan persyaratan menjadi advokat diatur dalam UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU Advokat”). Untuk dapat diangkat menjadi advokat, seorang calon advokat harus mengikuti magang di kantor advokat sekurang-kurangnya dua tahun secara terus-menerus di kantor advokat (lihat Pasal 3 ayat [1] huruf g UU Advokat). Pemagangan dalam rangka memenuhi syarat sebagai advokat harus memenuhi sejumlah persyaratan yang diatur baik oleh UU Advokat maupun peraturan organisasi advokat.

 

Pemagangan dalam konteks pemenuhan syarat sebagai advokat diatur pula dalam Peraturan Peradi No. 2 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat (“Peraturan Peradi 2/2006”). Pasal 7 Peraturan Peradi 2/2006 antara lain menyatakan bahwa calon advokat magang dilarang memberikan jasa hukum secara langsung kepada klien, tetapi semata-mata membantu Advokat Pendamping dalam memberikan jasa hukum. Bedanya dengan magang dalam konteks pelatihan kerja, magang untuk menjadi advokat tidak berarti calon advokat harus menjadi karyawan pada kantor advokat tempat ia melakukan magang. Selengkapnya, simak artikel Prosedur Menjadi Advokat Sejak PKPA Hingga Pengangkatan.

 

Jadi, dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa perbedaan utama atau mendasar antara paralegal dengan calon advokat magang antara lain;

 
Perbedaan
Paralegal
Magang
Dasar hukum

Eksistensinya belum diatur undang-undang

1.      Magang dalam konteks pelatihan kerja diatur dalam UU Ketenagakerjaan

2.      Magang di kantor advokat dalam konteks pemenuhan syarat sebagai advokat diatur dalam UU Advokat dan peraturan organisasi advokat

Kualifikasi

-      Tidak ada kualifikasi standar

-      Bukan sarjana berlatar belakang pendidikan tinggi hukum

Sarjana berlatar belakang pendidikan tinggi hukum

Syarat sebagai advokat

Bukan syarat atau jenjang untuk menjadi advokat

Magang adalah syarat atau jenjang untuk menjadi advokat

 

Meski pada umumnya paralegal bukan merupakan sarjana berlatar pendidikan tinggi hukum, namun bisa saja seorang sarjana hukum menjadi paralegal. Paralegal yang telah memenuhi seluruh persyaratan untuk menjadi advokat sesuai UU Advokat, maka yang bersangkutan dapat diangkat menjadi advokat.

 
Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:

1.      Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

2.      Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat

3.      Peraturan Peradi No. 2 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat

 


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Amrie Hakim, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Amrie Hakim menyelesaikan program S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 2000. Pada tahun itu juga dia bergabung dengan hukumonline.com sebagai peneliti, kemudian menjadi jurnalis sampai dengan 2005. Setelah beberapa tahun bekerja di tempat lain, pada 2008 Amrie kembali berkarya di hukumonline.com sebagai Pengelola dan Editor Klinik Hukum. Saat ini, Amrie menjabat sebagai News & Content Director.   Di saat senggang dia mengisi waktunya dengan membaca, menonton film, menulis, dan bersantai bersama keluarga. Amrie menggemari novel-novel hukum dan kriminal.   Follow Amrie di twitter: @amriehakim
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua