Rabu, 06 November 2002

kurs pembayaran

kurs pembayaran

Pertanyaan

Transaksi sewa jasa disepakati dalam kurs US$, selang beberapa waktu, pada saat ditagih, klien mau bayar pakai Rupiah. Karena kurs selalu berubah-ubah, maka kurs mana yang dipergunakan ? (saat transaksi / saat pemberian jasa / saat penagihan / pembayaran - kurs jual / kurs beli / kurs tengah)

Ulasan Lengkap

Satu yang perlu ditegaskan dahulu adalah bahwa pembayaran uang sewa harus dalam US$ karena hal tersebut diatur dalam perjanjian sewa menyewa. Dalam kasus anda, ternyata penyewa hanya sanggup membayar dalam Rupiah. Penetapan kurs yang mana sebenarnya adalah semata-semata pertimbangan komersial dari kedua belah pihak. Dalam kondisi penyewa bermaksud atau sudah ingkar janji terhadap perjanjian tertulis yang telah disepakati, tentunya pihak yang menyewakan "lebih diuntungkan". Pertimbangkan uraian di bawah ini.

 

Di satu sisi, pihak yang menyewakan dapat berargumentasi bahwa perjanjian mengharuskan pembayaran dalam US$. Di sisi lain, penyewa bisa meminta pertimbangan bahwa perjanjian dapat diubah asalkan disetujui kedua belah pihak (biasanya ketentuan ini diatur dalam bagian umum/lain-lain/boiler plate dalam perjanjian sewa menyewa).

 

Kedua sisi argumentasi  di atas memperlihatkan "posisi yang menguntungkan" dari pihak yang menyewakan. Yaitu, ia bisa menentukan sendiri pilihan mana yang mau dipilih. Alternatif pertama: "menolak Rupiah" mungkin akan sampai diperkarakan ke pengadilan (berikut segala biaya yang akan ditanggung termasuk biaya pengacara ditambah resiko tidak dibayarnya juga uang sewa). Alternatif kedua, "menerima Rupiah" akan kehilangan nilai US$ yang sangat tinggi dibandingkan dengan nilai Rupiah. Sedangkan penyewa hanya memiliki alternatif bahwa dia harus bayar uang sewa, yang mana lebih baik dilakukan dalam Rupiah daripada dalam US$.

 

Bila para pihak sepakat bahwa uang sewa dibayar dalam Rupiah, maka masalah yang kemudian muncul adalah persoalan "penetapan kurs US$ terhadap Rupiah". Persoalan ini krusial terutama dikaitkan dengan: (i) masa sewa; (ii) waktu kewajiban pembayaran uang sewa dan (iii) adanya resiko kurs US$ yang cenderung semakin kuat terhadap Rupiah.

 

Di satu sisi, pihak yang menyewakan akan rugi bila waktu pembayaran dilakukan setelah masa sewa atau bagian dari masa sewa itu berakhir. Dia tidak menikmati keuntungan yang kelihatannya "seharusnya" ia  peroleh. Di sisi lain, penyewa akan rugi bila waktu pembayaran dilakukan di muka sebelum masa sewa berlangsung.

 

"Jalan tengah" yang biasanya ditempuh adalah kurs tengah Bank Indonesia pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya atas pembayaran sebagian atau seluruh uang sewa. Kedua belah pihak memastikan dan setuju bahwa masing-masing telah waspada akan adanya resiko perubahan kurs dan setuju menanggung resiko yang mungkin akan timbul daripadanya. Salah satu "pil penenang" adalah dengan menggunakan nilai tukar kurs ditentukan oleh pihak ketiga yang independen dan berwenang. Dalam hal ini, siapa lagi di Indonesia bila itu bukan Bank Indonesia.

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Bung Pokrol
MITRA : Bung Pokrol
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua