Rabu, 02 Juni 2010

Pendebetan Rekening Tabungan

Pendebetan Rekening Tabungan

Pertanyaan

Baru saja transfer dana dari asuransi masuk di rekening tabungan saya dan pada saat itu juga didebet oleh bank untuk pembayaran kartu kredit. Yang saya sesalkan, mengapa pihak bank tidak memberitahu terlebih dahulu, apalagi saya sudah ada janji kepada kolektor bank tersebut untuk pembayaran kartu kredit setelah saya mendapatkan dana dari asuransi. Mohon pencerahan buat saya dan bisakah saya meminta kebijakan kepada bank tersebut yang meringankan saya mengingat dana asuransi itu saya perlukan juga untuk membayar biaya-biaya sekolah anak-anak saya? Terima kasih. Ismunandar

Ulasan Lengkap

Yang pertama Anda harus cek adalah apakah Anda telah menyetujui sistem pembayaran secara debet otomatis (auto debit) untuk kartu kredit Anda? Kalau ya, berarti bank memang berhak untuk mendebet dana dari rekening Anda secara otomatis, tanpa perlu memberitahu Anda terlebih dahulu.

 

Dari uraian pertanyaan, Anda menyatakan antara lain, “saya sudah ada janji kepada kolektor bank tersebut untuk pembayaran kartu kredit setelah saya mendapatkan dana dari asuransi.” Apakah perjanjian ini berbentuk pernyataan tertulis? Jika ya, coba cek lagi surat pernyataan tersebut, apakah Anda memberikan hak kepada bank untuk secara otomatis mendebet dana dalam rekening Anda?

 

Di samping itu, Anda dapat saja meminta kebijakan penjadwalan ulang (rescheduling) dari bank. Coba Anda bicarakan dengan bagian penagihan (collection)-nya, atau ke bank tersebut langsung, kemudian negosiasikan mengenai cara pembayarannya. Mintalah rescheduling dengan cara mencicil, tentunya dengan jumlah cicilan yang sesuai kemampuan Anda membayar. Sebaiknya hal ini segera dilakukan, karena semakin lama bunga kartu kredit semakin membengkak. Selain itu, tagihan kartu kredit yang macet ini akan dilaporkan pihak bank kepada Bank Indonesia dalam rangka kewajiban pelaporan Sistem Informasi Debitur/SID (lihat Peraturan BI No. 9/14/PBI/2007 tentang Sistem Informasi Debitur). Apabila kualitas debitur yang ditunjukkan dalam informasi debitur adalah buruk maka hal itu dapat menyulitkan Anda apabila kelak hendak mengajukan pinjaman dengan bank manapun.

 

Alternatif lain, Anda bisa menggunakan mediasi perbankan sebagaimana diatur dalam Peraturan BI No. 8/5/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006 dan Surat Edaran BI No. 8/14/DPNP tertanggal 1 Juni 2006. Lebih lanjut mengenai mediasi perbankan dapat Anda simak di sini.

 

Demikian sejauh yang kami ketahui. Semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.      Peraturan Bank Indonesia No. 8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan Sebagaimana Telah Diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 10/ 1 /PBI/2008.

2.      Peraturan BI No. 9/14/PBI/2007 tentang Sistem Informasi Debitur

3.      Surat Edaran Bank Indonesia No. 8/14/DPNP tertanggal 1 Juni 2006

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua