Mengapa Menyiarkan Acara TV di Kafe Harus Bayar Royalti ke KCI?

Bacaan 5 Menit
Mengapa Menyiarkan Acara TV di Kafe Harus Bayar Royalti ke KCI?
Pertanyaan

Saya berlangganan siaran televisi untuk disiarkan di kafe. Kemudian, saya juga ditagih oleh KCI karena penyiaran lagu dan televisi. Apakah penarikan ini tidak berganda? Mengingat untuk siaran televisi saya sudah bayar paket yang memang diperuntukkan untuk dipublikasikan/disiarkan secara komersial. Dari mana saya tahu lagu/pencipta lagu yang bergabung dalam KCI? Atas dasar apa tagihan KCI dibebankan?

Ulasan Lengkap

1.      Setiap pemegang hak cipta memiliki hak untuk mengumumkan dan memperbanyak suatu karya cipta termasuk mengizinkan atau melarang orang lain mengumumkan dan memperbanyak karyanya. Sehingga, saat ada orang lain yang mengumumkan dan memperbanyak karyanya itu, ada royalti yang harus dibayarkan (lihat Pasal 45 ayat [3] UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta - UUHC).

 

Pada dasarnya, sebagai collecting society (lembaga yang bertugas memungut royalti), Karya Cipta Indonesia (“KCI”) mendapat kuasa dari pencipta atau pemegang hak cipta untuk memungut royalti atas pengumuman dan/atau perbanyakan suatu karya cipta. Lebih jauh baca artikel jawaban, Apakah Lembaga Pengumpul Royalti Dibenarkan Secara Hukum?

 

Hubungan hukum pemberian kuasa antara pemegang hak cipta dengan KCI timbul saat pemegang hak cipta memberikan kuasa kepada KCI untuk menarik royalti atas pengumuman dan/atau perbanyakan karya cipta miliknya.

 

Terkait dengan siaran televisi berlangganan yang Anda ikuti, pada dasarnya tidak akan menimbulkan kewajiban pembayaran royalti apabila siaran televisi tersebut untuk dikonsumsi sendiri. Lagu dan siaran televisi adalah termasuk karya cipta yang dilindungi oleh UUHC.Berbeda halnya apabila siaran televisi tersebut kemudian Anda siarkan di kafe milik Anda, sehingga dapat menimbulkan keuntungan ekonomis bagi Anda, maka timbullah kewajiban pembayaran royalti atas pengumuman karya cipta tersebut.

 

Apabila Anda telah membayar biaya berlangganan yang memang sudah termasuk biaya pembayaran royalti, sehingga Anda dapat menyiarkannya di kafe Anda, maka hal tersebut patut Anda sampaikan kepada petugas KCI yang mendatangi Anda dengan menunjukkan bukti-bukti yang Anda miliki (misalnya, perjanjian berlangganan beserta bukti pembayarannya). Hal ini untuk memastikan apakah benar paket berlangganan yang Anda bayarkan sudah memasukkan pembayaran royalti bagi pemegang hak cipta di dalamnya.

 

Bila memang pembayaran paket berlangganan tersebut telah memasukkan pembayaran royalti bagi pemegang hak cipta, hal tersebut dapat Anda sampaikan kepada pihak KCI.

 

2.      Untuk mengetahui pemegang hak cipta yang bergabung dalam KCI, ada baiknya Anda menanyakan kepada petugas KCI yang mendatangi Anda dan meminta mereka untuk membuktikan bahwa mereka memang memiliki kuasa untuk menagih pembayaran royalti atas karya cipta tersebut.

 

3.      Prinsipnya, yang dipungut oleh KCI adalah pengumuman suatu karya cipta untuk kepentingan komersial. Pemegang hak cipta memberikan kuasa kepada KCI untuk menagih pembayaran royalti tersebut.

 

Terkait dengan besarnya royalti yang harus dibayarkan, perlu diketahui bahwa KCI membagi pengumuman karya cipta musik ke dalam tiga tipe:

a.      Essential music:

Pengumuman/penyiaran musik yang menghasilkan keuntungan ekonomis langsung bagi orang yang mengumumkannya (misalnya, penggunaan suatu lagu pada suatu film yang ditayangkan di bioskop).

b.      Ambiance music:

Musik yang disiarkan bukanlah diutamakan untuk mendatangkan keuntungan ekonomis, tapi musik tersebut sangat mempengaruhi sebagai faktor pendukung yang dapat membawa keuntungan ekonomis bagi yang menyiarkan (misalnya, penyiaran musik di kafe).

c.      Background music:

Musik yang disiarkan hanya dipergunakan sebagai background (latar belakang) saja. Ketiadaan musik tidak akan memberikan pengaruh, namun orang tetap menyiarkan musik ini (misalnya, Ring Back Tone).

 

Dari ketiga tipe tersebut, jumlah pembayaran royaltinya pun berbeda. Essential music adalah yang paling tinggi harga royaltinya.

 

Jadi, tagihan KCI dibebankan atas dasar pemberian kuasa oleh pemegang hak cipta. Pengaturan hukum mengenai pemberian kuasa ini dapat kita temui secara tersirat dalam Pasal 1792 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ("KUHPer").

 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:

1.      Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie atau BW, Staatsblad 1847 No. 23)

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika