Jumat, 22 January 2010

Tanggung Jawab Pidana Korporasi

Tanggung Jawab Pidana Korporasi

Pertanyaan

Dear Hukumonline, Saya ingin bertanya soal sebuah perusahaan (PT) yang mengajukan gugatan terhadap seseorang/badan hukum tentang merek dagang. Gugatan Perusahaan tersebut diwakili oleh manager/pejabat perusahaan yang melaporkan kepada pihak kepolisian. Tetapi, tergugat menggugat balik perusahaan penggugat, dan tergugat menang di pengadilan. Yang ingin saya tanyakan adalah: 1. Siapa yang bertanggung jawab terhadap putusan sidang yang memenangkan tergugat? 2. Apabila terdapat kurungan badan siapa yang bertanggung jawab? 3. Apakah pejabat perusahaan yang melaporkan ke pihak kepolisian ikut bertanggung jawab terhadap hukuman? Bagaimana apabila ia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut sebelum putusan pegadilan keluar? Mohon jawaban dari hukumonline beserta dengan dasar hukumnya. Atas jawabannya saya sangat mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Rajin Tampubolon.

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Ulasan Lengkap

1.      Perseroan Terbatas (PT) merupakan subyek hukum yang mengemban hak dan kewajiban serta dapat melakukan perbuatan hukum. Yang dapat mewakili PT baik di dalam maupun di luar pengadilan adalah Direksi (pasal 1 angka 5 jo. pasal 98 ayat [1] UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas atau UUPT). Direksi bertanggung jawab penuh secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya (pasal 97 ayat [3] UUPT).

 

Dalam menjawab pertanyaan Saudara harus dilihat terlebih dahulu apakah pihak yang melaporkan tersebut merupakan orang yang bertindak untuk kepentingan dan tujuan PT atau tidak. Apabila pihak yang melaporkan tersebut telah melakukan tindakannya sesuai dengan kewenangannya, maka dalam hal ini PT sebagai subyek hukum yang bertanggung jawab terhadap putusan sidang.

 

2.      Perkara merek dagang yang dilaporkan kepada pihak kepolisian merupakan tindak pidana yang diatur dalam pasal 90 sampai dengan pasal 95 UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Hukuman kurungan badan dapat dilaksanakan tidak hanya untuk seseorang, tetapi juga untuk badan atau korporasi. Hal ini sebagaimana yang diatur dan disebutkan dalam pasal 15 UU Darurat No. 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi (UU TPE). Mengingat Merek merupakan bagian dari kegiatan perekonomian, maka ketentuan mengenai pertanggungjawaban PT sebagai badan hukum dapat mengacu pada ketentuan yang diatur dalam UU TPE. Menurut ketentuan pasal 15 UU TPE, yang dapat bertanggung jawab terhadap tindak pidana ekonomi yang dilakukan korporasi atau badan yakni:

1.      Badan hukum atau korporasi

2.      Orang yang memberi perintah atau bertindak sebagai pemimpin tindak pidana

3.      Badan hukum atau korporasi dan orang yang memberi perintah atau bertindak sebagai pemimpin tindak pidana.

 

3.      Dengan demikian, pejabat perusahaan yang melapor ke pihak kepolisian dapat saja bertanggung jawab apabila ia merupakan orang yang memberi perintah atau bertindak sebagai pemimpin tindak pidana atau apabila pejabat perusahaan yang Saudara maksud adalah Direksi PT, dan ia melakukan suatu perbuatan yang merugikan Perseroan, maka karena kesalahan atau kelalaiannya direksi tersebut dapat bertanggung jawab secara pribadi (pasal 97 ayat [3] UUPT), begitu juga apabila Direksi tersebut telah mengundurkan diri dari perusahaan sebelum dikeluarkannya putusan pengadilan, ia tetap dapat dimintakan pertanggungjawaban karena telah melakukan tindakan yang merugikan perseoran dan bertindak di luar dari kewenangannya.

                                

Demikian sejauh yang kami ketahui. Semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

 

1.      Undang-Undang Darurat No. 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan Dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi

2.      Undang-Undang Darurat No. 15 Tahun 2001 tentang Merek

3.      Undang-Undang Darurat No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

 
 

 


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Aisyah Rj Siregar
MITRA : Bung Pokrol
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua