Senin, 24 November 2008

curatele (pengampuan) dan kepailitan

curatele (pengampuan) dan kepailitan

Pertanyaan

apa perbedaan tugas kurator dalam curatele (pengampuan) dan dalam kepailitan?

Ulasan Lengkap

Saudari Haulaluthfia,

 

Perbedaan tugas kurator dalam pengampuan (biasa disebut pengampu) dengan kurator dalam kepailitan, dapat dilihat dari maksud/tujuan pengampuan dan kepailitan yang berbeda.

 

Pengampuan pada dasarnya ditujukan untuk melindungi pihak yang tidak cakap, dengan melakukan pengurusan pribadi dan harta kekayaan pihak tersebut (lihat pasal 433 KUH Perdata), sedangkan proses kepailitan bertujuan untuk menjamin adanya suatu proses yang jujur dan adil dalam pemenuhan kewajiban dan/atau pembagian harta kekayaan debitor yang dinyatakan pailit kepada para kreditornya (lihat penjelasan umum UU Kepailitan 2004).

 

Tugas pengampu atau kurator diabdikan pada tujuan di atas. Sehingga, ada beberapa perbedaan tugas antara pengampu dan kurator yang bisa dilihat secara jelas:

 

1. Pengampu melakukan pengurusan pribadi dan harta kekayaan pihak

yang diampu (pasal 449 jo. 441 KUH Perdata), sedang kurator hanya mengurus harta pailit (pasal 69 UU Kepailitan 2004). Pengurusan pribadi tersebut, misalnya berupa kewenangan pemberian izin untuk kawin (pasal 452 jo. 38. jo. 151 KUH Perdata) atau menjalakankan hak perwalian atas anak (pasal 453 KUH Perdata).

 

2.Pengampu hanya melakukan tugas pengurusan, sedang kurator, di samping pengurusan, juga bisa ditugaskan melakukan pemberesan.    Apabila harta pailit berada dalam keadaan insolvensi, maka kurator bertugas untuk menjual aset harta pailit dan membagikannya kepada para kreditor (Bagian Ketujuh UU Kepailitan 2004).

 

3. Beberapa tugas pengurusan yang dilakukan oleh kurator bersifat khusus, sehubungan dengan proses kepailitan, seperti misalnya membuat daftar inventarisasi harta pailit, melakukan pencocokan piutang, serta mengumumkan hal-hal tersebut (pasal 100, 102 dan 103 UU Kepailitan 2004).

 

Semoga bermanfaat (Imam N)

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Imam Nasima
MITRA : PSHK
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua