Senin, 14 September 2009

Anggaran Dasar Perseroan Terbuka - pertanyaan lanjutan

Anggaran Dasar Perseroan Terbuka - pertanyaan lanjutan

Pertanyaan

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban yang diberikan untuk pertanyaan saya terkait AD Perseroan Terbuka. Melanjutkan pertanyaan tersebut, dalam jawaban bapak/ibu disebutkan tentang lex superior derogat legi inferiori. Sementara, ada pula azas lex spesialis derogat lex generali. Sehubungan dengan itu, bagaimanakah kedudukan kedua azas tersebut. Jika terjadi benturan antara peraturan yg bersifat umum dengan yang bersifat khusus, apakah bukan azas lex spesialis derogat lex generali yang berlaku? Terima kasih sebelumnya.

Ulasan Lengkap

Menyambung diskusi kita sebelumnya (lihat di sini), terdapat tiga asas hukum yang digunakan untuk menyelesaikan pertentangan dalam peraturan perundang-undangan, yakni:

  1. Asas lex superior derogat legi inferiori
  2. Asas lex specialis derogat legi generali
  3. Asas lex posteriori derogat legi priori

 

Penjelasan kami selanjutnya akan lebih difokuskan pada asas lex superior derogat legi inferiori dan asas lex specialis derogat legi generali serta perbedaan antara kedua asas tersebut.

 

Asas lex superior derogat legi inferiori

 

Asas ini menyatakan bahwa peraturan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Dengan demikian peraturan yang lebih tinggi akan mengenyampingkan peraturan yang lebih rendah. Asas ini hanya berlaku terhadap dua peraturan yang secara hierarki tidak sederajat dan saling bertentangan.

 

Hierarki peraturan perundang-undangan diatur dalam ketentuan pasal UU No. 10 Tahun 2004 mengenai Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan. Adapun tata urutannya sebagai berikut :

 

  1. UUD 1945
  2. Undang-undang (UU) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu)
  3. Peraturan Pemerintah (PP)
  4. Keputusan Presiden (Keppres)
  5. Peraturan Daerah (Perda)

 

Berdasarkan hierarki yang telah disebutkan di atas, maka materi muatan UU tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945. Begitu juga materi muatan peraturan perundang-undangan yang berada di bawah UU tidak boleh bertentangan dengan UU dan UUD 1945.

 

Asas lex specialis derogat legi generali

Asas ini menyatakan bahwa peraturan yang lebih khusus mengesampingkan aturan yang lebih umum. Asas lex specialis derogat legi generali hanya berlaku terhadap dua peraturan yang secara hierarki sederajat dan mengatur mengenai materi yang sama.

 

Jadi, dalam persoalan yang Anda tanyakan sebelumnya (lihat di sini), sekalipun pengaturannya lebih khusus materi muatan Peraturan Bapepam tidak boleh bertentangan dengan materi muatan UU Perseroan Terbatas karena kedudukan UU Perseroan Terbatas lebih tinggi dalam hierarki peraturan perundang-undangan daripada Peraturan Bapepam.

 

Demikian sejauh yang kami pahami. Semoga bermanfaat.

 

 

Peraturan perundang-undangan terkait :

 

UU No. 10 Tahun 2004 tentang Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan.

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Bung Pokrol
MITRA : Bung Pokrol
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua