Rabu, 19 August 2009

Brand

Brand

Pertanyaan

Halo, saya mau tanya masalah branding sebuah produk. Contoh, kalau sebuah perusahaan multinasional (ABC Corporation) berbasis di Negara A, terdaftar secara hukum di Negara A dan memiliki sebuah brand (merek dagang) "X" yang sudah didaftarkan secara resmi. Lalu perusahaan tersebut ekspansi ke Negara B (Indonesia) dan terdaftar secara hukum di Negara B tersebut dengan nama PT ABC. Merek "X" tersebut dalam segala surat perizinan pendirian perusahaan dan dokumen-dokumen legal lainnya tidak tercantum. Pertanyaan: Apakah PT ABC boleh mengusung "X" sebagai branding-nya di Indonesia? Apakah PT ABC boleh menggunakan "X" dan logonya di kartu nama, media promosi, letterhead dan lain-lain dengan tetap mencantumkan nama PT ABC? Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Saudara Deltalee yang baik,

Dari uraian Saudara, saya berkesimpulan bahwa merek X tidak didaftarkan di Indonesia. Oleh karena itu, jawaban atas pertanyaan Saudara adalah sebagai berikut:

1.      PT ABC adalah bagian dari ABC Corp., jadi PT ABC boleh saja menggunakan merek X di Indonesia, kecuali ABC Corp melarangnya. Tetapi yang penting diingat, lingkup perlindungan hukum terhadap suatu merek bersifat teritorial. Artinya, untuk mendapat perlindungan hukum di Indonesia, maka merek X' tersebut harus didaftarkan di Indonesia.

2.      Boleh saja.

Demikian pandangan kami. Semoga bermanfaat.

 

Peraturan perundang-undangan terkait:

UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Brian A. Prastyo
MITRA : LKHT
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua