Senin, 22 April 2002

Convertible Bond

Convertible Bond

Pertanyaan

Bung Pokrol, dalam sebuah artikel saya membaca istilah Convertible Bond dan Zero Coupun Bond. Saya coba untuk mencari istilah dan penjelasan tentang hal tersebut di buku finance, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Untuk itu saya harap anda anda dapat membantu saya memberikan jawaban atas pertanyaan berikut ini. Apa perbedaan antara Mandatory CB, Optional CB, Zero Coupon Bond dan Exchangeable Bond? Didalam salah satu CB yang pernah saya baca (maturity datenya 5 thn), ada pasal yang menyatakan bahwa Holder hanya dapat mengkonversikan Bond menjadi saham setelah 2 tahun dikeluarkannya Bond tersebut. Mengapa bukan pada saat Maturity Date (jatuh tempo) saja? Hal-hal apakah yang harus diperhatikan dalam pembuatan CB? Terimakasih terlebih dahulu atas bantuannya.

Ulasan Lengkap

Convertible Bond (CB) merupakan fasilitas pinjaman untuk membiayai suatu proyek atau operasi bisnis perusahaan, seperti halnya pemberian fasilitas pinjaman. Namun CB memberikan opsi untuk melakukan konversi hutang menjadi saham. Biasanya yang menjadi kreditur CB adalah induk perusahaan atau anggota daripada grup perusahaan itu sendiri, atau perusahaan modal ventura.

 

Perlu ditekankan disini kata opsi. Pada hakekatnya, CB memberikan opsi bagi: (i) debitur untuk membeli hutangnya yang dipegang oleh pemegang CB atau call option, di satu sisi, dan (ii) di sisi lain, kreditur untuk menjual piutangnya atas CB yang dipegangnya atau put option. Konversi hutang menjadi saham tidak akan terjadi bila tidak ada syarat tertentu telah terpenuhi. Syarat itu bisa dilihat dari segi teknis (wanprestasi, pembayaran dini, dsb) atau dari segi bisnis/komersil atau finansial. Atas sifatnya yang demikian, maka model pembiayaan melalui CB biasanya dilaksanakan dalam jangka waktu menengah atau jangka panjang (sekitar 3-5 tahun). Mungkin istilah Optional CB yang anda sebut adalah seperti straight CB tersebut.

 

Pada Mandatory CB, konversi hutang menjadi saham wajib dilakukan berdasarkan syarat yang diatur menurut perjanjian pengeluaran CB. Syarat tersebut dilakukan pada saat jatuh tempo pembayaran seluruhnya (ketika kreditur berhak meminta hal itu), atau bisa juga atau tanggal dimana debitur wajib melaksanakan pembayaran hutang seluruh dan seketika karena satu dan lain hal.

 

Pada Exchangeable Bond, kreditur memberikan pinjamannya kepada debitur dengan syarat opsi konversi dilaksanakan bukan untuk mengkonversi piutangnya namun dengan menukarkan CB dengan saham-saham yang dimiliki oleh para pemegang saham dari debitur yang bersangkutan. Jadi kapitalisasi hutang menjadi saham dilaksanakan melalui pemilikan saham dari pemegang saham dalam debitur yang bersangkutan..

 

Sedangkan, pada Zero Coupon Bond, pengalihan atas instrumen dimaksud tidak diberlakukan pembebanan bunga melainkan dengan tingkat diskonto tertentu.

 

Pada intinya, tata cara pengeluaran atas CB tidak berbeda jauh dengan tata cara penarikan fasilitas pinjaman, yaitu ada beberapa pra-syarat yang harus dipenuhi oleh debitur. Perbedaannya terletak pada perlakuan pengeluaran atau penarikan. Yaitu, pengeluaran atas CB diperlakukan seperti membeli instrumen hutang; jadi pemegang CB diperlakukan sebagai kreditur sekaligus investor. Sedangkan penarikan atas fasilitas pinjaman diperlakukan seperti meminjamkan uang biasa.

 

Dalam CB atau obligasi biasa, bila dikeluarkan kepada lebih dari 1 pemegang obligasi atau melalui penawaran umum, maka ada mekanisme Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang berhak memutuskan segala hal yang berkaitan dengan kinerja CB dan atau debitur.

 

Sebetulnya anda dapat belajar lebih banyak di buku juga. Coba baca buku finance yang berjudul Corporate Finance atau Pembiayaan Perusahaan. Ada yang khusus untuk profesional/pelajar keuangan. Ada yang untuk non profesional/pelajar keuangan. Baca dahulu prolog dari penulisnya, buku tersebut diperuntukkan untuk siapa.

 

 

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Bung Pokrol
MITRA : Bung Pokrol
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua