Kamis, 04 March 2010

Syarat, manfaat dan kerugian merger

Syarat, manfaat dan kerugian merger

Pertanyaan

Yth. Klinik hukumonline.com di tempat. Dengan hormat, yang ingin saya tanyakan adalah adakah syarat-syarat merger antara dua perusahaan tertutup yang sahamnya lebih dari 99% dimiliki oleh Perusahaan Terbuka serta manfaat dan kerugian yang didapat oleh Perusahaan hasil merger dan Perusahaan Terbuka tersebut? Terima Kasih.

Ulasan Lengkap

Menurut M. Yahya Harahap dalam bukunya “Hukum Perseroan Terbatas”, syarat-syarat penggabungan (merger) menurut penjelasan pasal 126 ayat (1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) adalah bahwa penggabungan tidak dapat dilaksanakan apabila merugikan kepentingan pihak-pihak tertentu. Kepentingan pihak-pihak tertentu adalah (pasal 126 ayat [1] UU PT):

1.      kepentingan Perseroan, pemegang saham minoritas, karyawan Perseroan;

2.      kepentingan kreditor dan mitra usaha lainnya dari Perseroan; dan

3.      kepentingan masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha.     

Syarat-syarat di atas bersifat kumulatif. Apabila salah satu syarat dilanggar mengakibatkan perbuatan hukum penggabungan tidak dapat dilaksanakan. 

Syarat tambahan berdasarkan pasal 123 ayat (4) UU PT jo. penjelasannya, bagi “perseroan tertentu” yang akan melakukan penggabungan adalah adanya persetujuan dari instansi terkait. Perseroan tertentu artinya perseroan yang mempunyai bidang usaha khusus, antara lain lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan nonbank. Dan yang dimaksud dengan instansi terkait antara lain Bank Indonesia untuk penggabungan perseroan yang bergerak di bidang perbankan. 

Adapun karena pemilik dari perusahaan yang akan melakukan penggabungan adalah perseroan terbuka, maka wajib memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam peraturan-peraturan di bidang pasar modal, yaitu UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan-peraturan Bapepam-LK yang terkait, misalnya mengenai keterbukan informasi kepada publik, dan sebagainya. 

Manfaat penggabungan adalah di antaranya untuk meningkatkan efisiensi dan peningkatan kemampuan menghasilkan laba, mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing perusahaan/lebih kompetitif. Sedangkan, salah satu kerugian penggabungan perseroan, menurut hemat kami, adalah dari sisi tenaga kerja yaitu adanya potensi dilakukannya rasionalisasi (pengurangan) karyawan. 

Demikian sejauh yang kami ketahui. Semoga bermanfaat.

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Alfi Renata, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua