Desain Kostum Tokoh Kartun Jepang

Bacaan 5 Menit
Desain Kostum Tokoh Kartun Jepang
Pertanyaan

Apakah produsen yang membuat desain kostum tokoh kartun terkenal dari Jepang untuk diperjualbelikan melanggar hak cipta maupun hak desain? Apakah kostum sendiri dilindungi oleh hak kekayaan intelektual?

Ulasan Lengkap

Hak cipta diatur dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”). Hak Cipta sendiri adalah:

 

“hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberkan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku

 

Sedangkan mengenai Desain Industri diatur dalam Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri (“UU Desain Industri”). Pasal 1 angka 1 UU Desain Industri menyatakan Desain Industri adalah:

 

“suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu prosuk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan”

 

Menurut pasal 12 ayat (1) UU Hak Cipta, ciptaan yang dilindungi adalah:

 

1.      buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;

2.      ceramah, kulaih, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu;

3.      alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;

4.      lagu atau musik dengan atau tanpa teks;

5.      drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;

6.      seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan.

 

Desain kostum tersebut, dapat kita kategorikan sebagai seni rupa, sehingga menurut kami desain kostum tersebut termasuk ciptaan yang dilindungi oleh hak cipta. 

 

Akan tetapi, menurut H. OK. Saidin dalam bukunya Aspek Hukum Hak Kekayaan Intelektual (Intellectual Property Rights), yang dilindungi dalam hak cipta adalah haknya, bukan benda yang merupakan perwujudan dari hak tersebut. Jadi, yang dilindungi bukan buku, patung, atau lukisan, melainkan hak untuk memperbanyak atau mengumumkan buku, patung dan lukisan tersebut.

 

Kemudian, Saidin menjelaskan bahwa jika suatu lukisan, karikatur atau gambar/grafik, berupa satu dimensi maka lukisan, karikatur atau gambar/grafik tersebut dapat diklaim sebagai hak cipta. Akan tetapi, bila selanjutnya ia disusun dalam bentuk dua atau tiga dimensi dan diwujudkan menjadi satu pola yang melahirkan produk materiil dan dapat diterapkan dalam aktivitas industri, maka ia menjadi desain industri.

 

Menurut advokat dan konsultan hak kekayaan intelektual Ari Juliano Gema, perlindungan desain industri diberikan kepada desain yang bentuk dan warnanya sama persis. Jadi, apabila ada sedikit perubahan saja pada warna atau bentuk, maka desain tersebut tidak lagi dilindungi oleh Hak desain industri.

 

Jadi, jika dihubungkan dengan hal yang Anda tanyakan, sebenarnya ada resiko pelanggaran hak kekayaan intelektual, yaitu menyangkut desain industri, apabila ternyata si pencipta kartun tersebut sebelumnya telah mewujudkan ciptaannya tersebut dalam suatu bentuk dua dimensi atau tiga dimensi dan mendaftarkannya sebagai desain industri. Sehingga Anda bisa terkena pelanggaran desain industri, jika ternyata Anda memproduksi kostum yang sama persis dengan yang telah didaftarkan sebelumnya.

 

Demikian hemat kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.      Undang-Undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri

2.      Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

 

 

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika