Selasa, 22 Juni 2010

Tunggakan Kartu Kredit

Tunggakan Kartu Kredit

Pertanyaan

Dengan hormat, Kami dikirimin kartu kredit oleh sebuah bank ke alamat kantor di mana kami tidak merasa pernah mengajukan aplikasi, sehingga tidak kami aktifkan. Beberapa minggu kemudian tiba-tiba datang tagihan kepada kami bahwa kami harus membayar tunggakan "late charges" dan "finance charge". Kami telah menelpon bagian "customer service" bank bersangkutan bahwa kami tidak pernah mengajukan aplikasi. Mohon sudi advise bapak-ibu, kira-kira tindakan apa yang dapat kami lakukan? Wass. HEIDI.

Ulasan Lengkap

Menurut Pasal 14 Peraturan Bank Indonesia No. 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu (PBI 11/2009), Pemberian Kartu Kredit oleh Penerbit Kartu Kredit wajib didasarkan atas permohonan yang telah ditandatangani calon Pemegang Kartu.

 

Dalam penjelasan Pasal 14 PBI 11/2009 dijelaskan antara lain:

 

“Yang dimaksud dengan ”tanda tangan” dalam Pasal ini adalah tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik.

 

“Tanda tangan basah dari calon Pemegang Kartu diperlukan bagi calon Pemegang Kartu yang untuk pertama kalinya mengajukan permohonan Kartu Kredit pada Penerbit, dan Penerbit tersebut sama sekali belum pernah mempunyai data tentang calon Pemegang Kartu tersebut (Customer Information File/CIF). Persyaratan tersebut diperlukan sebagai bagian dari perlindungan kepada calon Pemegang Kartu.”

 
 

Jadi, untuk dapat diterbitkannya suatu kartu kredit, maka harus ada aplikasi penerbitan kartu kredit yang ditandatangani oleh calon pemegang kartu. Oleh karena itu, apabila bank menerbitkan kartu kredit tidak didasarkan atas permohonan atau aplikasi yang ditandatangani calon pemegang kartu, maka hal itu melanggar peraturan Bank Indonesia.

 

Kemudian terkait aktivasi kartu kredit, dalam proses aktivasi kartu kredit ada proses konfirmasi data oleh pihak penerbit kartu. Proses konfirmasi ini lazimnya mencakup menelepon calon pemegang kartu untuk mengkonfirmasikan data-data pribadi yang tercantum di lembar aplikasi.

 

Jadi, apabila Anda memang merasa tidak pernah mengajukan dan menandatangani aplikasi kartu kredit tersebut, dan tidak pernah mengaktifkan kartu tersebut, Anda bisa mengajukan komplain kepada pihak bank mengenai kartu tersebut, untuk mencari penyelesaian masalah Anda.

 

Saran kami, sebisa mungkin Anda segera selesaikan masalah ini. Hal ini karena data kegiatan penyelenggaraan kartu kredit, termasuk data pemegang kartu kredit, dilaporkan oleh pihak bank kepada Bank Indonesia. Jika Anda membiarkan masalah ini tanpa penyelesaian, Anda bisa dimasukkan dalam daftar debitur yang mempunyai riwayat kredit bermasalah, dan hal ini akan mempengaruhi apabila Anda di kemudian hari ingin mengajukan kredit kepada bank.

 

Demikian yang kami ketahui. Semoga bearmanfaat.

 

Dasar hukum:

Peraturan Bank Indonesia No. 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua