Selasa, 10 Agustus 2010

Transfer Gagal Tapi Saldo Terdebet

Transfer Gagal Tapi Saldo Terdebet

Pertanyaan

Pada hari Selasa, tanggal 3 Agustus 2010 sekitar pukul 17:00 saya melakukan transaksi untuk pembelian handphone di sebuah counter hp. Dan ketika saya mengatakan ke ATM dulu untuk mengambil uang tunai, saya ditawari pihak counter untuk transaksi dengan menggunakan ATM B*I saya melalui mesin debit. Masalah terjadi ketika dari pihak counter mengatakan bahwa transaksi gagal tapi waktu saya print out buku tabungan saya saldo saya sudah terpotong sebesar jumlah yang saya masukan waktu transaksi. Setelah saya menghubungi pihak bank, saya disuruh membuat surat pengaduan dan menunggu 14 hari. Sementara itu dari pihak counter tidak mau bertanggung jawab dengan argumen bahwa proses transfer dari saya belum masuk ke rekening mereka, padahal mereka yang menawarkan saya untuk melakukan transaksi melalui mesin debit mereka. Saya bingung dan merasa sangat dirugikan. Saya Mohon penjelasannya, pihak mana yang perlu saya mintai pertanggungan jawab dan argumen apa yang bisa saya pakai? Terima kasih. (Riswan)

Ulasan Lengkap

Menurut pasal 23 Peraturan Bank Indonesia No. 11/11/PBI/2009 tanggal 13 April 2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu (“PBI 11/11/2009”) bank wajib memberikan informasi tertulis kepada Pemegang Kartu tentang tata cara pengajuan pengaduan permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan Kartu ATM dan/atau Kartu Debet dan lamanya waktu penanganan pengaduan tersebut.

 

Bank yang tidak memenuhi kewajiban di atas dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis (pasal 45 ayat [1] PBI 11/11/2009). Bila tetap mengabaikan kewajban ini, bank tersebut dapat dikenakan sanksi pencabutan izin sebagai Penerbit Kartu ATM dan/atau Kartu Debet (pasal 45 ayat [3] PBI 11/11/2009).

 

Berdasarkan ketentuan di atas, maka Anda perlu menanyakan langsung kepada pihak bank mengenai prosedur pengajuan pengaduan penggunaan kartu dan perkiraan waktu penanganan pengaduan tersebut. Atau Anda dapat juga mencari informasi mengenai hal itu dari brosur, leaflet, website atau media informasi lainnya dari bank pada saat Anda mengajukan aplikasi kartu debet tersebut.

 

Setahu kami, prosedur standar yang dipakai bank biasanya adalah dengan mengajukan pengaduan resmi ke bagian kredit/customer service mengenai gagalnya pendebitan tersebut. Setelah pengaduan tersebut diterima, bank akan memproses pengembalian uang Anda tersebut. Berapa lamanya proses tersebut, bergantung pada standar prosedur masing-masing bank.

 

Saran kami, lampirkanlah keterangan dari penjual (merchant) tersebut bahwa transaksi pendebetan melalui kartu debet Anda gagal. Lampirkan juga bukti-bukti lain mengenai transaksi tersebut, misalnya struk pembayaran yang menunjukkan bahwa Anda membayar tunai untuk transaksi tersebut atas gagalnya pendebetan.

 

Demkian yang kami tahu. Semoga bermanfaat.

 
Dasar hukum:

Peraturan Bank Indonesia No. 11/11/PBI/2009 tanggal 13 April 2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua