Rabu, 25 Mei 2011

Bagaimana Membuktikan File Musik Hasil Download Illegal?

Bagaimana Membuktikan File Musik Hasil Download Illegal?

Pertanyaan

Saat ini begitu mudah mendapatkan lagu dengan cara men-download. Namun ada yang dilakukan dengan cara apa yang disebut legal dan illegal. Bagaimana membedakan dan membuktikan kedua cara download tersebut? Terima kasih sebelumnya.

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Ulasan Lengkap

Lagu-lagu atau musik yang telah diunduh (di-download) dari internet baik secara sah atau legal (dari laman resmi pemegang hak cipta) maupun yang tidak sah atau illegal (dari laman tidak resmi) sangat sulit untuk dibedakan keasliannya. File lagu tersebut memiliki kualitas yang sama dengan file aslinya, tapi memiliki sedikit perbedaan pada metadata-nya. Namun, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, metadata inipun dapat dimanipulasi. Sehingga, di Indonesia masih sangat sulit untuk membedakan dan membuktikan file lagu yang legal dengan yang illegal.

 

Hal yang sama juga ditegaskan oleh pengamat hukum informasi dan teknologi Rapin Mudiardjo dan konsultan hak kekayaan intelektual Ari Juliano Gema. Menurut Rapin, saat ini masih sulit untuk membuktikan apakah hasil download itu adalah legal atau illegal. Rapin mengatakan bahwa hasil download yang legal adalah yang di-download dari laman resmi penyedia data. Senada dengan Rapin, menurut Ari Juliano, secara fisik konten lagu di dalam CD (compact disc) asli dan hasil perbanyakan maupun unduhannya tidak ada bedanya. Kualitas suaranya pun hampir tidak ada bedanya meski telah berulangkali diunggah atau diunduh. Ari yang juga advokat itu mengatakan, cara membedakan dan membuktikan file yang di-download secara legal dengan yang illegal yaitu dengan menelusuri sumber file atau konten tersebut.

 

Sementara itu, menurut Staf Ahli Bidang Hukum Departemen Komunikasi dan Informasi Edmon Makarim, penyebaran bebas file audio melalui media internet bisa dikontrol dengan dua pendekatan. Pendekatan-pendekatan tersebut yaitu:

 

1.      mengupayakan orang yang mendengar harus ada izin, bisa membayar bisa pula tidak;

2.      dengan membebaskan distribusi tapi memberikan watermark. Artinya, papar Makarim, setiap distribusi lagu, itu akan menyebut asalnya dari mana.

 

Edmon menawarkan otorisasi lagu yang akan dipasang di laman. Intinya, setiap file yang mau disebarluaskan di jaringan maya harus didaftar, kalau tidak berarti melanggar. Upaya preventifnya, setiap laman diwajibkan membuat digital rights management. Dari situ, data orang yang men-download bisa dilacak. Lebih jauh baca artikel hukumonline berjudul Penyebaran Lagu Lewat Internet Rugikan Pemegang Hak Cipta.

 
Demikian yang kami ketahui, semoga bermanfaat.
 

Catatan editor: Klinik Hukum meminta pendapat Rapin Mudiardjo dan Ari Juliano Gema melalui sambungan telepon pada 24 Mei 2011.

 

 


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional siap membantu Anda. Konsultasikan masalah Anda, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua