Jumat, 15 April 2011

Hak Waris Kakak dan Adik

Hak Waris Kakak dan Adik

Pertanyaan

Kepada Yth. Klinik HukumOnline, mohon dapat penjelasannya. Apabila istri paman meninggal dunia tanpa anak, paman dan almarhumah memeluk agama Kristen. Dalam hukum nasional Negara Republik Indonesia apakah bagian peninggalan dari istri dapat diwariskan ke keluarganya, antara lain abang, atau adik-adiknya? Atas penjelasannya sebelum dan sesudah diucapkan terima kasih.

Ulasan Lengkap

Anda tidak menyebutkan adanya surat wasiat dari mendiang istri paman Anda, dengan demikian, kami asumsikan, dalam hal ini tidak ada surat wasiat. Dalam hal adanya surat wasiat yang ditinggalkan oleh istri paman Anda, maka pembagian waris akan mengacu pada surat wasiat tersebut. Lebih jauh mengenai wasiat simak artikel kami sebelumnya, Warisan dan Harta Gono-Gini.

 

Hukum waris yang berlaku bagi istri Paman Anda yang beragama Kristen adalah hukum waris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”). Pembagian waris dalam KUHPerdata ini mengenal golongan-golongan waris yaitu:

 

Ahli waris golongan I : Anak-anak atau sekalian keturunannya & suami/istri yang hidup lebih lama (lihat Pasal 852 KUHPerdata);

Ahli waris golongan II : Ayah, Ibu, saudara-saudara atau keturunannya (lihat Pasal 854 KUHPerdata);

Ahli waris golongan III: Sekalian keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas, baik dari garis ayah maupun ibu (lihat Pasal 853 KUHPerdata).

Ahli waris golongan IV : Sanak saudara dalam garis yang lain yaitu para paman dan bibi dan sekalian keturunan dari paman-paman dan bibi yang telah meninggal lebih dahulu dari pewaris (lihat Pasal 858 KUHPerdata).

(Disarikan dari buku Hukum Waris yang ditulis oleh J. Satrio).

 

Keempat golongan tersebut tidak bersifat alternatif melainkan bersifat saling menutup atau menggantikan tempat. Jadi, berdasarkan urutannya, golongan I yang paling berhak atas harta warisan saat pewaris meninggal. Apabila tidak ada ahli waris yang dapat mewaris dari golongan I, maka harta warisan menjadi hak golongan II, demikian seterusnya.

 

Oleh karena itu, menjawab pertanyaan Anda, apakah bagian warisan milik istri dapat diwariskan ke keluarganya (asumsi kami, keluarga istri) antara lain abang/kakak, atau adik-adik dari istri paman? Berdasarkan ketentuan seperti kami jelaskan di atas, maka harta warisan mendiang istri paman Anda sepenuhnya menjadi hak suami  yang ditinggalkan (dalam hal ini, paman Anda), karena tidak adanya anak yang juga dapat ikut mewaris bersama paman. Kecuali, si suami (Paman Anda) menyetujui warisan untuk dibagi juga pada saudara-saudara mendiang istrinya. Hal ini karena warisan adalah hak suami sepenuhnya sebagai pewaris golongan I yang masih ada.

 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek, Staatsblad 1847 No. 23)

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua