Kamis, 21 July 2011

Calon Advokat Magang Boleh Beracara Sendiri di Pengadilan?

Calon Advokat Magang Boleh Beracara Sendiri di Pengadilan?

Pertanyaan

Saya saat ini sedang mempunyai kasus perceraian. Saya digugat cerai oleh suami saya. Pada saat ini, suami saya memakai jasa pengacara namun saya tidak. Saya tetap konsisten membela diri saya sendiri. Yang ingin saya tanyakan: Apakah pengacara bisa digantikan oleh pengacara magang tapi masih dalam satu law firm? Apakah dengan pengalihan sementara ke pengacara magang menyalahi aturan PERADI? Pengadilan agama menolak mentah-mentah dengan hadirnya pengacara magang tersebut dan sidang saya ditunda selama 1 bulan. Saya mohon jawaban yang akurat dan bisa menjelaskan secara gamblang tentang aturan PERADI terhadap pengacara magang tersebut. Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Sebelumnya, perlu digarisbawahi bahwa sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU Advokat”), hanya advokat yang telah memenuhi syarat dan melalui berbagai tahapan tersebut di atas dan telah diangkat sesuai dengan UUA yang dapat menjalankan profesi sebagai advokat. Simak Prosedur Menjadi Advokat Sejak PKPA Hingga Pengangkatan.

 

Salah satu tahapan untuk dapat diangkat menjadi advokat, adalah seorang calon advokat harus mengikuti magang di kantor advokat sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun secara terus-menerus di kantor advokat (lihat Pasal 3 ayat [1] huruf g UU Advokat).

 

Sebenarnya dalam masa magang tersebut, seorang calon advokat dapat diberikan Izin Sementara Praktik Advokat yang dikeluarkan Peradi. Sebagaimana diatur dalam Pasal 7A Peraturan Peradi No. 2 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia No. 1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang Untuk Calon Advokat (“Peraturan Peradi”) bahwa Peradi dapat mengeluarkan Izin Sementara Praktik Advokat bagi calon advokat yang telah memenuhi syarat yaitu telah mengikuti PKPA dan telah lulus ujian advokat.

 

Namun, dalam Pasal 7B ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Peradi ditentukan bahwa calon Advokat pemegang Izin Sementara tidak dapat menjalankan praktik Advokat atas namanya sendiri. Dan Calon Advokat hanya dapat berpraktik sebagai asisten dari Advokat Pendamping. Sehingga, calon advokat yang sedang menjalankan magang di kantor advokat (law firm), meskipun dia telah memegang izin sementara, tetap tidak diperkenankan beracara sendiri tanpa didampingi advokat.

 

Dengan demikian, menurut hemat kami, advokat yang mewakili suami Anda seharusnya menunjuk advokat lain yang telah memenuhi syarat -- dan bukan calon advokat magang -- untuk menggantikannya beracara pada sidang perceraian tersebut.

 

Jadi, berdasarkan uraian di atas kiranya dapat dipahami sikap dari majelis hakim Pengadilan Agama yang memeriksa perkara Anda menolak calon advokat magang tersebut untuk beracara sendiri mewakili klien di pengadilan.

 
Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:
 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua