Sabtu, 24 September 2011

Prosedur Memperoleh Visa Tinggal Terbatas (VITAS) Bagi WNA

Prosedur Memperoleh Visa Tinggal Terbatas (VITAS) Bagi WNA

Pertanyaan

Selamat siang. Saya memiliki atasan orang WNA yang ingin membuat PT PMA yang 100% modal asing dan sekaligus ingin menjadi direktur pada perusahaan tersebut. Masalahnya, atasan saya belum memiliki koneksi dengan pihak WNI sehingga tidak bisa memiliki visa tinggal terbatas untuk keperluan penanaman modal asing yang mana setahu saya untuk memiliki visa tinggal terbatas memerlukan penjamin dari WNI. Apa langkah-langkah yang sebaiknya atasan saya lakukan untuk memenuhi keinginan tersebut?

Ulasan Lengkap

1.      Adanya hubungan kerja antara pemberi pertanyaan dengan WNA (dalam hal ini, atasan Anda), diasumsikan adanya suatu badan baik badan usaha maupun badan hukum yang melahirkan adanya hubungan kerja tersebut.

 

2.      Visa tinggal terbatas ("VITAS") dapat diberikan untuk tujuan sebagaimana diuraikan dalam Pasal 1 ayat (2) butir e PP No. 32 Tahun 1994 tentang Visa, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian (“PP 32/1994”) yang telah diubah dua kali terakhir kali dengan PP No. 38 Tahun 2005, yaitu:

a.     Menanamkan modal;

b.      bekerja;

c.      melaksanakan tugas rohaniwan;

d.      mengikuti pendidikan dan latihan atau melakukan penelitian ilmiah;

e.      menggabungkan diri dengan suami dan/atau orangtua bagi istri dan/atau anak sah dari seorang WNI;

f.       menggabungkan diri dengan suami dan/atau orangtua bagi istri dan anak-anak sah di bawah umur dari orang asing sebagaimana dalam huruf a-d;

g.      repatriasi.

 

Dengan demikian, WNA dapat memperoleh VITAS dengan tujuan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

 

3.      Untuk mendapatkan visa pada umumnya, syarat-syarat dokumen yang harus dilengkapi oleh WNA berdasarkan PP Visa dan Keputusan Menteri Kehakiman No. M.02-IZ.01.10 Tahun 1995 tentang Visa Singgah, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian beserta seluruh perubahannya (“Kepmenkeh”), adalah:

a.      Paspor atau surat perjalanan lain yang masih berlaku;

b.      tiket untuk keberangkatan dan tiket untuk kembali atau tiket untuk melanjutkan perjalanan ke negara tujuan sesuai dengan jenis visa yang diminta;

c.      pas foto; dan

d.     keterangan jaminan tersedianya biaya hidup selama berada di willayah negara Republik Indonesia.

 

Dengan demikian, WNA membutuhkan jaminan berupa sponsorship yang dapat menjamin biaya hidup WNA selama berada di Indonesia sampai dengan kembalinya ke negara asal atau negara tujuan.

 

4.      Berdasarkan Pasal 1 ayat (4) Kepmenkeh, yang dimaksud dengan sponsor adalah orang perorangan, atau perusahaan, badan usaha, yayasan, organisasi, atau instansi yang mendatangkan, menjamin, dan bertanggungjawab terhadap hal ihwal keberadaan orang asing selama di wilayah Indonesia sampai dengan pemulangannya ke negara asal atau ke luar negara Indonesia.

 

Dengan demikian, sponsor tidak terbatas kepada WNI saja, namun dapat juga merupakan perusahaan, badan usaha, yayasan, organisasi atau bahkan instansi yang terkait sehingga walaupun WNA tidak memiliki koneksi dengan WNI, WNA tetap dapat memperoleh sponsor dari, misalnya, badan usaha yang melahirkan hubungan kerja antara WNA dengan pemberi pertanyaan di atas.

 

Oleh karena itu, untuk keperluan penanaman modalnya di Indonesia, WNA dapat memperoleh VITAS dengan melengkapi persyaratan dokumen yang disebutkan di atas, dengan kemungkinan bahwa WNA mendapatkan sponsor dari badan usaha tersebut.

 

5.      Terkait dengan pemberian VITAS, maka VITAS hanya dapat diberikan kepada WNA setelah mendapat persetujuan Direktorat Jenderal Imigrasi atau pejabat imigrasi yang ditunjuknya berdasarkan Pasal 17 Kepmenkeh. Berdasarkan Pasal 13 PP No. 18 Tahun 2005 tentang Perubahan atas PP No. 32 Tahun 1994 tentang Visa, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian, masa berlaku VITAS adalah 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal diberikannya Izin Masuk di wilayah negara Republik Indonesia. Namun, pengaturan lebih teknis diatur dalam Pasal 18 Permenkumham No. M.01-IZ.01.10 Tahun 2007 tentang Perubahan kedua atas Keputusan Menteri Kehakiman No. M.02-IZ.01.10 Tahun 1995 tentang Visa Singgah, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian, masa berlaku VITAS tergantung pada masa berlaku paspor WNA terkait, yaitu:

(1) VITAS untuk jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan dapat diberikan kepada WNA dengan masa berlaku paspor sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun;

(2) VITAS untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun dapat diberikan kepada WNA dengan masa berlaku paspor sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan;

(3) VITAS untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dapat diberikan kepada WNA dengan masa berlaku paspor sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan;

 

Demikian jawaban yang dapat kami berikan. Semoga dapat memberi sedikit pencerahan.

 

Dasar hukum:

1.      Undang-Undang No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian;

2.      Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1994 tentang Visa, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian (“PP 32/1994”) yang telah diubah dua kali terakhir kali dengan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2005;

3.      Keputusan Menteri Kehakiman No. M.02-IZ.01.10 Tahun 1995 tentang Visa Singgah, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian, sebagaimana telah diubah empat kali melalui:

a.      Keputusan Menteri Kehakiman No. M.01-IZ.01.10 Tahun 2003 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Kehakiman No. M.02-IZ.01.10 Tahun 1995 tentang Visa Singgah, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian;

b.      Permenkumham No. M.01-IZ.01.10 Tahun 2007 tentang perubahan kedua atas Keputusan Menteri Kehakiman No. M.02-IZ.01.10 Tahun 1995 tentang Visa Singgah, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian;

c.      Permenkumham No. M.HH.01.GR.01.06 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas Keputusan Menteri Kehakiman No. M.02-IZ.01.10 Tahun 1995 tentang Visa Singgah, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian;

d.      Permenkumham No. M.HH.08.GR.01.06 Tahun 2009 tentang perubahan keempat atas Keputusan Menteri Kehakiman No. M.02-IZ.01.10 Tahun 1995 tentang Visa Singgah, Visa Kunjungan, Visa Tinggal Terbatas, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian;

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua