Kamis, 03 November 2011

Apakah Merek Blueberry Menjiplak Blackberry?

Apakah Merek Blueberry Menjiplak Blackberry?

Pertanyaan

Dear Hukum Online, apakah handphone Blueberry dapat dikatakan/termasuk menjiplak merek hp dari Blackberry? Dan bagaimana peraturan mengenai hukum merek mengenai kedua nama hp yang hampir sama tersebut? Karena sebelumnya saya pernah baca merek "CLUB AQUA" yang dikalahkan oleh"AQUA"? Thanks.  

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Hubungi konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau, pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Ulasan Lengkap

I.       Sebelumnya, perlu diketahui bahwa hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya (lihat Pasal 3 UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek “UU Merek”).

 

Sehingga, dalam hal tertentu, permohonan merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (“DJHKI”). Sebagaimana diatur antara lain dalam Pasal 6 ayat (1) UU Merek permohonan merek harus ditolak apabila merek tersebut:

a.      mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;

b.      mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau sejenisnya.

c.      Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi-geografis yang sudah dikenal.

 

Dalam praktiknya, masih dapat kita temui berbagai merek yang mirip dengan merek lain. Hal ini yang kemudian seringkali menimbulkan perkara di bidang merek.

 

Bila ada merek terdaftar yang mempunyai persamaan dengan merek lain yang juga terdaftar, pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan pembatalan merek ke Pengadilan Niaga berdasarkan Pasal 68 ayat [1] dan [3] UU Merek. Dalam hal penggugat atau tergugat bertempat tinggal di luar wilayah Negara Republik Indonesia, gugatan diajukan kepada Pengadilan Niaga di Jakarta (Pasal 68 ayat [4] UU Merek). Dan terhadap putusan Pengadilan Niaga yang memutuskan gugatan pembatalan merek ini hanya dapat dilakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (lihat Pasal 70 ayat [1] UU Merek).

 

Namun, gugatan pembatalan pendaftaran merek ini hanya dapat diajukan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal pendaftaran merek. Kecuali merek yang bersangkutan ternyata bertentangan dengan moralitas agama, kesusilaan atau ketertiban umum, maka gugatan pembatalan dapat diajukan tanpa batas waktu (lihat Pasal 69 UU Merek).

 

Sedangkan, apabila ada pihak lain yang secara tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya untuk barang atau jasa yang sejenis dengan merek terdaftar, pemilik merek terdaftar dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan Niaga terhadap pihak lain tersebut berupa (lihat Pasal 76 UU Merek):

a.      gugatan ganti rugi, dan/atau

b.      penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan Merek tersebut.

 

Selain itu, pemilik merek terdaftar dapat mengadukan kepada pihak kepolisian pihak yang dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada pokoknya dengan Merek terdaftar miliknya untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan. Tindak pidana tersebut diancam pidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800 juta (lihat Pasal 91 jo Pasal 95 UU Merek).

 

II.     Mengenai sengketa merek “AQUA”, berdasarkan penelusuran kami memang benar terdapat putusan Mahkamah Agung (“MA”) yang memenangkan PT. Aqua Golden Missippi pemegang merek “AQUA” terhadap pemegang merek-merek lain yang memiliki persamaan pada pokoknya dengan “AQUA”. Salah satunya adalah putusan MA No. 014K/N/HAKI/2003 Tahun 2003 yang membatalkan merek “AQUALIVA”. Dalam perkara tersebut pihak penggugat mengajukan bukti-bukti antara lain tiga putusan MA sebelumnya yaitu No. 757 K/Pdt/1989 ttgl. 30 Maret 1992, No. 980 K/Pdt 1990 ttgl. 30 Maret 1992, dan No. 1371 K/Pdt/1993 ttgl. 18 Nopember 1997 tentang pembatalan merek-merek AQUARIA, CLUB AQUA dan QUA-QUA karena diqualifisir beritikad tidak baik dan mengandung persamaan pada pokoknya dengan merek AQUA.

 

III. Sekarang mengenai apa yang Anda tanyakan yaitu apakah merek ponsel “Blueberry” dapat dikatakan menjiplak merek ponsel “Blackberry”. Secara kasat mata memang ada kemiripan dan persamaan pada pokoknya dalam kedua merek tersebut. Namun, mengenai hal ini, hanya DJHKI yang dapat menentukan apakah merek Blueberry akan diterima atau ditolak pendaftarannya karena memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek Blackberry. Berdasarkan informasi yang kami terima dari Kepala Seksi Klasifikasi Merek pada Direktorat Merek, Ditjen HKI, Irbar Susanto, S.H., M.H. pendaftaran merek Blueberry (hingga artikel ini dibuat) masih dalam proses pendaftaran di Ditjen HKI.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Catatan editor: Klinik Hukum meminta informasi dari Irbar Susanto melalui sambungan telepon pada 3 November 2011.

 

Dasar hukum:

Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

 

  

 


Perjuangan Anda Jangan Berhenti di Artikel Ini

Konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau siap membantu Anda. Pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua