Kamis, 10 Mei 2012

Adakah Cuti Mengasuh Anak untuk Pekerja Laki-laki?

Adakah Cuti Mengasuh Anak untuk Pekerja Laki-laki?

Pertanyaan

Saya ingin menanyakan, apakah ada UU/PP yang mengatur tentang cuti yang bisa diambil oleh pekerja laki-laki/ayah untuk mengasuh anak, jika pekerja itu orang tua tunggal? Adakah cuti-cuti yang berkaitan dengan pengasuhan anak oleh pekerja laki-laki, jika misalnya istri melahirkan, dsb.? Mohon jawabannya. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih.  

Ulasan Lengkap

Pada dasarnya, pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh (Pasal 79 ayat [1] UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan –“UUK”).

 

Disebutkan dalam Pasal 79 ayat (1) huruf c UUK bahwa:

 

Setiap pekerja berhak atas cuti tahunan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.

 

Atau, perusahaan dapat mengaturnya secara berlainan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama, sepanjang tidak merugikan hak pekerja (minimal 12 hari per tahun, setelah 1 tahun bekerja). Lebih jauh, simak artikel Kapan Pekerja Bisa Menikmati Hak Cuti Tahunan?

 

Terkait dengan hak cuti ini, perempuan bisa memperoleh hak cuti haid dan hak cuti melahirkan (maternity leave) di luar cuti tahunan. Untuk pekerja laki-laki, jika isteri pekerja melahirkan, pekerja dapat memperoleh hak untuk tidak melakukan pekerjaan, namun tetap dibayar selama 2 (dua) hari (Pasal 93 ayat [4] huruf e UUK).

 

Selain itu, pekerja laki-laki yang istrinya melahirkan dapat menggunakan hak cuti tahunannya. Begitu pula halnya jika pekerja tersebut adalah orang tua tunggal, pekerja dapat menggunakan hak cuti tahunannya jika diperlukan untuk keperluan mengurus anak.

 

Ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia memang belum mengatur secara khusus hak cuti bagi seorang pekerja laki-laki yang baru memiliki anak (paternity leave). Paternity leave ini diterapkan di beberapa negara, di antaranya Norwegia. Di Norwegia, seorang ayah dapat memperoleh paternity leave ini dengan memilih untuk mengambil cuti selama 46 minggu dan mendapat 100 persen gaji atau mengambil cuti selama 56 minggu dan mendapat 80 persen gaji. Hal ini untuk mendorong agar kaum pria lebih terlibat dalam tanggung jawab mengasuh anak (sumber: http://www.norwegia.or.id/About_Norway/policy/Kesejahteraan/benefits/).

 

Jadi, dapat kami simpulkan bahwa untuk pekerja laki-laki hanya diberikan hak untuk tidak bekerja selama 2 hari ketika istrinya melahirkan dan selain itu, jika pekerja ingin mengasuh anak, pekerja dapat mengambil dari hak cuti tahunan.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua