Jumat, 06 Juli 2012

Ditegur Atasan Karena Belajar pada Jam Kerja

Ditegur Atasan Karena Belajar pada Jam Kerja

Pertanyaan

Saya sedang kuliah sambil bekerja. Pernah satu kali atasan mendapati saya sedang belajar di jam kerja. Saya tidak mungkin sempat belajar jika pekerjaan sedang banyak-banyaknya. Namun, atasan saya menegur saya. Apakah salah mengisi waktu kosong dengan belajar? Apa bedanya dengan browsing-browsing di jam kerja? Terima kasih.  

Ulasan Lengkap

Pada dasarnya, tidak ada ketentuan yang secara tegas melarang seorang pekerja untuk belajar atau melanjutkan pendidikan. Terutama karena hak untuk memperoleh pendidikan adalah merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia. Hak WNI untuk memperoleh pendidikan ini dilindungi oleh konstitusi yaitu dalam Pasal 28C ayat (1) Amandemen II jo Pasal 31 Amandemen IV UUD 1945. Lebih jauh, simak artikel Hak PNS untuk Melanjutkan Pendidikan.

 

Perlu diketahui bahwa dalam hal pekerja melanjutkan pendidikan (kuliah) sambil bekerja, ada dua kemungkinan. Pertama, pekerja melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan. Umumnya, dalam kategori ini perusahaan menanggung biaya pendidikan dari pekerja yang diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan tetap memberikan upahnya meskipun pekerja yang bersangkutan tidak bekerja seperti biasa (Pasal 93 ayat (2) I UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan - UUK).

 

Kedua, atas inisiatif pekerja sendiri, pekerja melanjutkan pendidikan sambil bekerja, sehingga semua biaya ditanggung oleh pekerja. Bagi pekerja yang demikian, pekerjaannya tetap menjadi tanggung jawab yang harus dipenuhi. Kami asumsikan Anda termasuk dalam kategori yang kedua ini. Dalam hal ini, praktik pada tiap perusahaan dapat berbeda.  

 

Untuk pekerja dalam kategori kedua, ada baiknya sejak awal Anda memberitahukan bahwa Anda bekerja sambil kuliah, sehingga pihak perusahaan bisa memahami kondisi Anda. Meskipun, hal tersebut tidak juga menghilangkan tanggung jawab Anda untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.

 

Anda menyebutkan bahwa Anda belajar untuk mengisi “waktu kosong” pada jam kerja. Dari keterangan Anda, kami asumsikan waktu kosong yang Anda maksud adalah saat pekerjaan Anda tidak “sedang banyak-banyaknya”. Jadi, dapat kiranya disimpulkan bahwa Anda belajar ketika Anda sebenarnya masih punya pekerjaan meski, menurut penilaian Anda, relatif tidak banyak.

 

Mengenai hal ini, menurut hemat kami, adanya “waktu kosong” dalam jam kerja tidak otomatis memberi Anda hak untuk mengerjakan hal-hal di luar pekerjaan, termasuk belajar. Hal ini karena jam atau waktu kerja telah diatur di dalam perjanjian kerja (“PK”) yang telah disepakati oleh pekerja dan perusahaan. Waktu kerja dalam PK mengacu pada ketentuan Pasal 77 ayat (1) UUK, yaitu:

a.    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau

b.    8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

 

Sehingga, berdasarkan penjelasan di atas, atasan Anda punya dasar yang kuat untuk menegur Anda karena mengerjakan hal di luar pekerjaan dalam jam kerja. Karena itu, menurut hemat kami, pada waktu yang akan datang sebaiknya Anda meminta izin dari atasan Anda terlebih dulu jika hendak menggunakan waktu kerja untuk belajar.

 

Namun, jika pihak atasan atau perusahaan memang keberatan dengan waktu bekerja yang Anda gunakan untuk belajar, Anda bisa menyiasatinya dengan mengambil hak cuti Anda. Dan jika hal tersebut tidak membantu Anda dalam persoalan pembagian waktu atau pihak perusahaan sama sekali tidak mentolerir atau memberikan kelonggaran bagi Anda, dimungkinkan memang Anda harus memilih.

 

Mengenai kegiatan browsing atau menggunakan fasilitas internet pada jam kerja, hal demikian juga perlu dilihat lagi keperluannya. Jika kegiatan itu dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan, semestinya tidak bisa dianggap melanggar ketentuan tentang jam kerja. Tapi, jika kegiatan tersebut tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, maka sebaiknya hal tersebut harus dihindari agar pekerja dapat menggunakan waktu kerja seproduktif mungkin.

 

Sebagai kesimpulan, Anda memiliki hak untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup Anda, untuk itu ada baiknya Anda menempuh cara-cara kekeluargaan untuk menyampaikan kondisi Anda yang sedang bekerja sambil kuliah. Anda bisa menyampaikan hal ini melalui divisi personalia (human resource division) di perusahaan Anda bekerja (jika ada), atau langsung kepada atasan Anda. Hal ini dapat Anda lakukan untuk memperoleh win-win solution, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik Anda dan perusahaan.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Undang-Undang Dasar 1945;

2.    Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua