Rabu, 08 January 2014

Agar Tak Melanggar Hak Cipta Saat Memodifikasi Gambar dari Internet

Agar Tak Melanggar Hak Cipta Saat Memodifikasi Gambar dari Internet

Pertanyaan

Apakah suatu gambar yang dicopy dari internet dan dimodifikasi merupakan bentuk pelanggaran hak cipta? Mohon penjelasannya... terima kasih.

Ulasan Lengkap

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Gambar termasuk karya yang dilindungi hak cipta secara otomatis begitu gambar terwujud dan dapat diperbanyak (Pasal 12 ayat 1 Undang-Undang Hak Cipta/UUHC). Hak cipta memberi sejumlah hak eksklusif kepada pencipta gambar di antaranya untuk melaksanakan perbanyakan, pengumuman termasuk perubahan atas gambarnya sendiri dan melarang orang lain melaksanakan tindakan-tindakan tersebut tanpa seijinnya.

 

Meng-copy sebuah gambar atau foto (image) dari internet untuk menghiasi blog atau materi-materi promosi usaha, termasuk contoh perbanyakan dan pengumuman, sehingga jika tindakan-tindakan tersebut dilakukan tanpa ijin pemegang hak ciptanya, tentu akan digolongkan sebagai pelanggaran hak cipta (Pasal 2 ayat 1 UUHC). Begitupun dengan memodifikasi gambar orang lain tanpa ijin, termasuk pelanggaran hak moral pencipta yang juga ancamannya pidana atau denda (Pasal 24 UUHC).

 

Namun demikian, UUHC tidak memberikan hak cipta kepada pencipta secara mutlak. UUHC tidak hanya mengatur hak-hak eksklusif yang diperoleh pencipta, yang berupa hak ekonomi dan hak moral, melainkan  juga  mengatur pembatasan-pembatasan hak eksklusif pencipta (Pasal 14 sampai 18 UUHC).

 

Hak Cipta dan Pembatasan Hak Cipta

Indonesia memiliki konsep hak milik yang khas yaitu hak milik yang berfungsi sosial. Fungsi sosial Hak cipta sebagai hak milik tercermin dalam pembatasan hak cipta pada Pasal 14 sampai Pasal 18 UUHC yang bertujuan memberikan keseimbangan antara perlindungan hukum kepada pemilik hak cipta sekaligus memberikan kemanfaatan kepada masyarakat.

 

Ketentuan-ketentuan UUHC mengenai pembatasan hak cipta seolah-olah ‘memaksa’ pencipta atau pemegang hak cipta memberikan ijinnya tanpa diminta oleh pengguna ciptaannya sepanjang penggunaan tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat luas (di Amerika Serikat dikenal dengan istilah “fair use”).

 

Di antara pembatasan tersebut adalah penggunaan ciptaan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah. Sepanjang dilakukan terbatas untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial termasuk untuk kegiatan sosial, tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta dan sumbernya disebutkan dan dicantumkan maka tidak dianggap pelanggaran hak cipta.

 

Pembatasan-pembatasan hak cipta lainnya yang diatur UUHC di antaranya:

 
  1.        Pengumuman dan/atau Perbanyakan lambang Negara menurut sifatnya yang asli;
  2.     Pengumuman dan/atau Perbanyakan segala sesuatu (termasuk gambar) yang  diumumkan dan/atau diperbanyak oleh atau atas nama Pemerintah, kecuali apabila Hak Cipta itu dinyatakan dilindungi, baik dengan peraturan perundang-undangan maupun dengan pernyataan pada Ciptaan itu sendiri atau ketika Ciptaan itu diumumkan dan/atau diperbanyak; atau
  3.      Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.
  4.      Pengambilan gambar pihak lain guna keperluan pembelaan di pengadilan, ceramah yang semata-mata untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan atau untuk pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari penciptanya dan sumbernya disebut dan dicantumkan.
 

Tips menghindari pelanggaran hak cipta gambar di internet

Menambahkan sebuah foto dalam sebuah tulisan tentu akan membuat sebuah tulisan lebih menarik dibaca. Sebaliknya, dapat terasa membosankan, sebuah artikel fashion tanpa foto-foto yang berkaitan dengan isi tulisan.

 

Bagi pengguna gambar atau Anda yang menjalankan profesi-profesi tertentu dimana kebutuhan akan gambar cukup tinggi sebaiknya berhati-hati mengambil gambar pihak lain, termasuk di internet. Hak cipta tidak selalu didaftarkan atau disebutkan pada sebuah gambar oleh pemiliknya. Tidak ada kewajiban bagi pemilik hak cipta untuk kedua hal tersebut. Karenanya, pada saat Anda ragu mengenai hak cipta atas sebuah gambar, selalu berasumsi bahwa sebuah gambar dilindungi hak cipta dan berusaha mendapatkan izin penggunaan dengan benar, merupakan pilihan sikap yang bijak.

 

Sebelum menggunakan sebuah gambar yang bukan milik Anda, usahakan untuk terlebih dahulu selalu mencari informasi tentang sumber gambar yang bersangkutan dan mengetahui apakah pemilik gambar (baik langsung atau melalui penyedia gambar yang telah ditunjuknya secara resmi) menyediakan lisensi/ijin kepada orang lain baik dengan berbayar, non berbayar (gambar-gambar yang merupakan public domain) atau melalui lisensi creative commons (memberi ijin pakai dengan kondisi-kondisi tertentu).

 

Agar terbebas dari ketidaknyamanan yang mungkin timbul di kemudian hari akibat tuntutan hukum pemilik hak cipta, disarankan untuk mengikuti syarat dan ketentuan yang digariskan pemilik/penyedia gambar sebelum gambar tersebut dipilih dan digunakan.

 
 

Demikian semoga bermanfaat.

 
Dasar Hukum:

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

    

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Globomark
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua